environment

environment

Gg1

Selasa, 08 Februari 2011

Cara Aman Konsumsi Ikan Agar Terhindar dari Efek Merkuri

Rabu, 09/02/2011 08:44 WIB
Cara Aman Konsumsi Ikan Agar Terhindar dari Efek Merkuri

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ikan merupakan salah satu jenis makanan yang banyak disukai masyarakat, tapi sayangnya beberapa jenis ikan diketahui mengandung kadar merkuri yang tinggi. Karena itu masyarakat harus cermat memilih dan mengonsumsi ikan.

"Jenis ikan yang tinggi kandungan merkurinya adalah ikan yang dapat bertahan hidup lama dan sangat bergantung pada rantai makanan seperti ikan marlin, tuna, hiu, todak dan mackerel, karena itu masyarakat sebaiknya harus waspada akan tingginya kandungan merkuri," ujar DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc dari departemen gizi FKUI saat dihubungi detikHealth, Rabu (9/2/2011).

Dokter yang akrab disapa Tati ini menuturkan merkuri merupakan racun bagi saraf, sehingga bila dikonsumsi terutama oleh ibu hamil bisa menyebabkan gangguan pembentukan organ dan sistem saraf janin yang dikandungnya.

"Gangguan saraf yang sering dialami adalah gangguan penglihatan, sensasi, koordinasi gerak tubuh, gangguan bicara, mendengar, berjalan serta kelemahan otot," ungkap Dr Tati.

Dr Tati menjelaskan kandungan merkuri dalam ikan tersebut tidak akan hilang meskipun sudah melalui proses pemasakan, karenanya bagi ibu hamil, anak-anak, perempuan yang berada di usia produktif dan masyarakat dianjurkan untuk:

1. Tidak mengonsumsi ikan laut dalam seperti hiu, mackerel dan ikan lainnya yang diketahui tinggi kandungan merkurinya.
2. Mengonsumsi dua kali seminggu ikan laut atau sejenisnya yang diketahui memiliki kandungan merkuri rendah seperti udang, salmon dan tuna kalengan secara bervariasi.
3. Usahakan untuk mengonsumsi ikan dalam ukuran porsi yang mencukupi atau tidak berlebihan.
4. Mintalah nasehat dari petugas setempat yang mungkin mengetahui kandungan merkuri di laut setempat.


Dengan melakukan hal-hal tersebut seseorang tetap bisa mendapatkan manfaat dari ikan seperti kandungan protein yang tinggi, omega 3 dan sedikit lemak jenuh. Sekaligus masyarakat juga bisa mengurangi paparan dari merkuri yang terkandung di dalam tubuh ikan.




(ver/ir)

Tidak ada komentar: