environment

environment

Gg1

Kamis, 30 Juni 2011

Bernapas Lewat Mulut Berbahaya Bagi Kesehatan?



Bernapas Lewat Mulut Berbahaya Bagi Kesehatan?


Quote:
Benarkah bernapas melalui mulut bisa membahayakan kesehatan? Saat sedang flu, kebanyakan orang sering mengalami hidung tersumbat sehingga harus bernapas melalui mulut. Tapi dalam kondisi normal sebaiknya jangan sering-sering bernapas melalui mulut karena bisa berbahaya untuk kesehatan.

Dalam jangka pendek, bernapas melalui mulut bisa menyebabkan mulut kering, napas bau dan membuat tidur kurang nyenyak. Tapi bila Anda terus-menerus bernapas melalui mulut, hal tersebut bisa lebih parah dan membahayakan kesehatan.

“Bernapas lewat mulut bisa menggangu amandel dan kelenjar gondok, sehingga akan membuat Anda makin tersiksa karena sinus menjadi padat yang menyebabkan penyumbatan lebih lanjut pada saluran udara bagian atas,” jelas Dr Yosh Jefferson, dokter gigi fungsional di New Jersey, dilansir MSNBC.

Dr Jefferson menjelaskan, ketika mengambil oksigen melalui hidung maka oksigen akan melewati selaput lendir dan ke dalam sinus, menghasilkan oksida nitrat yang dibutuhkan tubuh untuk semua otot polos, seperti jantung dan pembuluh darah.

“Jadi ketika Anda tidak bernapas melalui hidung, darah Anda sebenarnya tidak mendapatkan semua oksigen yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik,” lanjut Dr Jefferson.

Dr Jefferson yakin bahwa bernapas melalui mulut sering menjadi akar penyebab masalah kesehatan dan perilaku yang sering diabaikan, terutama pada anak usia sekolah.

“Anak-anak yang sering bernapas melalui mulut cepat merasa lelah, mudah marah dan tidak bisa berkonsentrasi di sekolah. Mereka mungkin juga didiagnosa dengan ADHD atau hiperaktif,” jelas Dr Jefferson.

Dan menurut laporan Dr Jefferson yang dipublikasikan jurnal General Dentistry, bernapas melalui mulut yang sering dialami anak-anak bisa mengubah bentuk wajah.

“Bila kebiasaan bernapas lewat mulut sudah parah, anak bisa mengembangkan apa yang disebut long face syndrome (sindrom wajah panjang), yaitu wajah menjadi sempit dan fitur wajah sangat tidak menarik,” jelas Dr Jefferson.

Selain itu, sindrom ini juga membuat amandel menjadi bengkak. Kadang-kadang posisi rahang juga menjadi aneh untuk menjalankan fungsi mendapatkan banyak oksigen ke dalam tubuh.

“Ini bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi lebih sering pada anak-anak. Banyak orang yang menganggap bahwa sindrom ini karena genetika, padahal bukan. Ini adalah karena kebiasaan bernapas lewat mulut,” tutup Dr Jefferson.

Selasa, 28 Juni 2011

Jika Kamu Terserang ADHD

kamis, 28 Oktober 2010
http://www.hai-online.com/Hai2/Psiko/About-You/Jika-Kamu-Terserang-ADHD
Jika Kamu Terserang ADHD


Lo masuk daftar black list guru-guru di sekolah? Hampir semua guru ngecap lo sebagai anak bandel atau pemalas? Padahal rasanya sih nggak begitu. Tunggu! Coba lo baca artikel ini.

Upff, paling males deh kalo guru-guru udah kompakan nempelin cap jelek di jidat kita. Bukan masalah tengsin sama temen-temen (terutama cewek-cewek). Masalahnya setelah cap jelek itu nempel, biasanya kita jadi terlibat banyak kasus.

Gara-gara cap jelek, bawaannya jadi tertuduh melulu. Ada keributan di kelas atau di sekolah, langsung dicurigai sebagai biang kerok. Belum lagi kalo bikin salah, lupa bikin PR misalnya, hukumannya bisa-bisa lebih parah daripada temen lain. Yang gawat kalo pas nerima rapor nilai pada jeblok. Semua kelakuan minus di sekolah pasti diaduin ke ortu! Next, tinggal siap-siap menghadapi “pengadilan” di rumah.

Man , kalo lo termasuk golongan yang kadung dicap jelek sama guru-guru, gue mau tanya dong. Pernah nggak lo bingung, kenapa guru-guru mencap lo seperti itu? Contoh, dicap rebel atau bego. Sementara lo sama sekali nggak ngerasa rebel atau bego. Lo ngerasa kelakuan dan isi otak lo normal-normal aja kayak temen yang lain. Cuma begitu berhadapan dengan nilai-nilai pelajaran, emang iya rada miris. Hehehe....

Kalo itu yang lo rasain, barangkali lo musti ngobrol-ngobrol sama seorang psikolog. Soalnya jangan-jangan lo pengidap ADHD alias Attention Deficit & Hiperactivity Disorder.

“ADHD adalah suatu gangguan perkembangan yang munculnya pada usia kanak-kanak. Umumnya muncul sekitar usia 3 tahun. Tapi biarpun munculnya udah dari usia kanak-kanak, biasanya gejalanya baru terlihat setelah si anak gede dan sekolah,” jelas dr. Ika Widyawati, SpKJ, dari Bagian Psikiatri FKUI/RSCM.

GEJALA KHAS ADHD
Deteksi awal seseorang mengidap ADHD atau nggak tuh emang dari sekolah, jack. Orang-orang yang mengidap ADHD rata-rata prestasinya jelek. Kenapa? Soalnya pengidap ADHD susah banget berkonsentrasi. Pas ngedenger guru nerangin terus nggak sengaja di ujung mata terlihat siluet temen di seberang bangku nguap, konsentrasi bisa langsung buyar. Pas nulis catatan terus tiba-tiba ngeliat ada satu semut jalan-jalan di depan buku juga konsentrasi bisa langsung buyar..

“Gangguan konsentrasi ini bukan hanya disebabkan perhatian yang kurang. Tapi bisa juga disebabkan karena hiperaktif atau impulsif,” tutur bu dokter yang kalem ini.

Lo tau dong, orang yang hiperaktif kan nggak bisa diem banget. Tangan-kaki, selalu aja geratakan nggak jelas. Orang lain diem, dia pasti grasa-grusu sambil ngutak-ngatik sesuatu. Kayaknya semua pengen dikerjain dalam waktu bersamaan. Makanya jadi nggak fokus.

Beda ceritanya dengan orang yang impulsif. Menurut dokter Ika, orang yang impulsif dari luar tampilannya bisa jadi keliatan tenang. Di kelas dia bisa duduk diem dengan pandangan mata lurus ke depan, seolah-olah fokus memperhatikan pelajaran. Padahal, pikirannya melayang ke mana-mana. Kebanyakan ngekhayal!

“Kalo diliat dari gejala-gejala di atas, jelas bahwa jeleknya prestasi penderita ADHD bukan karena yang bersangkutan malas atau IQ-nya kurang. Makanya mayoritas penderita ADHD sangat tidak bisa nerima cap negatif itu. Kalo dia tipikal yang agresif ke luar, dia pasti akan ‘menyerang’ setiap ada orang yang ngecap dia seperti itu. Bisa menyerang dengan omongan, bisa juga menyerang secara fisik. Tapi kalo dia tipikal yang agresif ke dalam, jatohnya dia jadi merusak diri sendiri,” kata dokter Ika, serius.

Maksudnya ngerusak diri sendiri, dok?

“Begini. Menurut penelitian yang dilakukan berbagai lembaga yang concern dengan ADHD, ternyata diperoleh data mayoritas pemakai narkoba merupakan pengidap ADHD. Selain itu diketahui juga kalo mereka yang suka melakukan self injury (menyakiti diri sendiri, RED.), banyak pula yang mengidap ADHD. Nah, ngerti apa yang saya maksud dengan menyakiti diri sendiri? Karena udah terlajur dicap negatif, mereka pikir ya udah aja sekalian melakukan hal-hal yang negatif.”
Upss..., gawat dong?!

BISA SEMBUH KOK
Oke, sekarang kita omongin soal penyebabnya. Konon meski gejala ADHD keluar dalam bentuk tingkah laku yang “ajaib”, ternyata penyebab utamanya bukan berasal dari situasi psikologis lho. Yaah, gimana cara ortu mendidik kita plus pengaruh lingkungan emang ikut andil sih. Tapi itu itungannya cuma sebagai pengukuh aja.

“Penyebab utama ADHD adalah kelainan pada neurotransmitter (bahan yang membantu penyaluran rangsang antara dua sel saraf, RED.) di otak. Segala sesuatu yang kita pikirkan dan kita perbuat kan tergantung instruksi dari otak. Tapi dengan adanya kelainan pada neurotransmitter, instruksinya jadi nggak tuntas,” tutur dokter Ika.

Bingung? Sini gue jelasin.
Kalo neurotransmitter itu kita ibaratin sebuah jembatan, maka neurotransmitter yang kelainan ibaratnya jembatan yang terputus di tengah-tengah. Kenapa bisa terputus di tengah-tengah? Soal itu sampe sekarang masih dicari tau sama ahli-ahli kedokteran. Tapi salah satu dugaan karena faktor keturunan alias emang ôcacatö bawaan. Lanjut, lantaran jembatannya terputus di tengah-tengah, pesan dari sel saraf satu ke sel saraf yang lain jadi nggak nyampe. Makanya setiap ngerjain sesuatu, konsentrasi baru kebangun se
Jadi sekarang udah ngerti kan teman-temaaaaaansss...?

Pssst, yang paling penting, kata dokter Ika ADHD bisa disembuhin kok. Lewat terapi medis buat ngebenerin neurotransmitter, dibarengi dengan terapi psikologis yaitu cognitive and behavioral therapy buat ngebenerin konsetrasi dan tingkah lakunya. Cuma berhubung masalahnya kompleks, proses penyembuhannya emang rada lama nih.

“Menurut teori, ketika penderita ADHD mulai diterapi sejak usia dini (mulai kelas 3 SD misalnya), proses terapinya bisa berlangsung hingga umur 19 atau 20 tahun. Tapi kalo menurut pengalaman saya di klinik, 3 sampe 4 tahun menjalani terapi secara kontinyu, gangguan ADHD udah bisa diatasi kok. Cuma jangan harap bisa sembuh 100 persen. Karena biarpun sedikit, gejala ADHD akan menetap seumur hidup.”

Waaa, kacau... kacau! Gimana kalo besok kita rame-rame periksa ke dokter Ika, man?

Managemen Siswa ADHD di Kelas

Managemen Siswa ADHD di Kelas
Filed Under (Bimbingan & Konseling) by narmada on 08-11-2010
http://narmada.blogdetik.com/2010/11/08/managemen-siswa-adhd-di-kelas/
Memiliki siswa berkebutuhan khusus Attention Deficit Hyperactivity Disorder [ADHD or AD/HD or ADD] kadang cukup membuat repot guru dikelas, atau bahkan mungkin komunitas sekolah. Kebelum-tahuan guru tentang siswa ADD/ADHD sering membuat anak anak ini menjadi terpinggirkan dari komunitas sekolah. Apalagi jika disertai stigma “anak nakal, susah diatur dan sebagainya”. kondisi ini tentunya semakin memperparah anak anak ini.

Di lingkungan sekolah biasanya siswa dengan ADD / ADHD cukup mudah diamati, karena mereka menunjukkan beberapa perilaku berikut ini:

1.
Mereka menuntut perhatian dengan berbicara diluar gilirannya atau bergerak di sekitar ruangan.
2.
Mereka memiliki masalah untuk mengikuti perintah/petunjuk, terutama ketika mereka disajikan dalam daftar
3.
Mereka sering lupa untuk menuliskan tugas-tugas pekerjaan rumah, atau juga lupa membawa PR mereka yang telah diselesaikan.
4.
Mereka sering tidak memiliki kontrol motorik halus, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan menulis menjadi sulit dan
5.
Mereka sering mengalami masalah dengan operasi matematika yang memerlukan langkah langkah panjang, seperti pembagian panjang atau memecahkan persamaan.
6.
Mereka biasanya memiliki masalah dalam mengerjakan tugas yang tidak disertai dengan pengawasan langsung.



Pendekatan Pembelajaran Bagi Siswa Dengan ADD / ADHD
Pendekatan Pembelajaran tertentu dapat membantu siswa dengan ADD / ADHD lebih fokus dan siswa dapat mempertahankan konsentrasi mereka pada pelajaran dan hasilnya maksimal.


Memulai pelajaran
1.
Tandai awal pelajaran dengan isyarat tertentu, misal menggunakan timer.
2.
Tuliskan rencana kegiatan pelajaran hari tersebut di papan tulis.
3.
Saat membuka pelajaran, informasikan kepada siswa apa yang akanmereka akan pelajari dan tunjukkan juga harapan kita. Informasikan juga kepada siswa perlengkapan yang akan mereka gunakan.
4.
Membangun dan menjaga kontak mata dengan siswa

Saat Belajar
1.
Berikan instruksi secara sederhana dan terstruktur.
2.
Variasikan kecepatan saat menyampaikan materi. Banyak siswa dengan ADD melakukannya dengan baik dengan permainan kompetitif atau kegiatan lain yang cepat dan intens.
3.
Gunakan alat peraga, grafik, dan alat bantu visual lainnya.
4.
Kadang siswa dengan ADD/ADHD suka menggerakkkan anggota tubuhnya [seperti usil], jika ini terjadi sentuhlah bahunya atau tempelkan post-it di meja siswa, untuk mengingatkan siswa agar tetap pada tugasnya.
5.
Beri kelonggaran saat siswa dengan ADD / ADHD ingin istirahat.
6.
Cobalah untuk tidak meminta seorang siswa dengan ADD / ADHD melakukan tugas atau menjawab pertanyaan yang mungkin terlalu sulit

Mengakhiri Pelajaran
1. Rangkumlah pokok pelajaran yang telah diberikan.
2. Jika Anda memberikan sebuah tugas [mungkin PR], mintalah ttiga siswa yang mengulanginya, selanjutnya mintalah semua siswa mengulanginya secara serentak, dan selanjutnya tulis tugas tersebut di papan tulis.

3 komponen penting dalam mengintegrasikan pembelajaran di kelas

1.
Akomodasi: apa yang bisa kita lakukan untuk membuat belajar lebih mudah bagi siswa dengan ADD / ADHD
2.
Instruksi: metode yang yang kita gunakan dalam mengajar
3.
Intervensi: Bagaimana kita mengatasi perilaku yang mengganggu konsentrasi atau mengalihkan perhatian siswa

Rekayasa Tempat Duduk Untuk Siswa ADD/ADHD

1.
Posisikan siswa jauh dari jendela dan jauh dari pintu.
2.
Posisikan siswa tepat di depan meja guru
3.
Menggabungkan siswa dalam kelompok cenderung membuat siswa mudah mengalami disktraksi

Rekayasa Dalam Pemberian/Penyampaian Informasi

1.
Berikan informasi satu per satu dan ulangi jika dirasa perlu.
2.
Jika mungkin, bagian pembelajaran yang sulit diberikan lebih awal atau pagi hari.
3.
Lebih banyak menggunakan bantuan visual: grafik, gambar, warna .

Rekayasa Saat Siswa Ujian/Tes

1.
Buat tempat yang tenang bebas dari gangguan saat ujuan dan suasananya tenang.
2.
Membuat lembar kerja dan tes dengan item yang lebih sedikit; lebih bijaksana memberikan kuis singkat dan berulang kali daripada sebuah tes tapi lama.
3.
Jika sedang tes usahakan waktunya singkat saja..
4.
Ujilah siswa dengan cara dimana dia bisa melakukan dengan baik, misal tes secara lisan atau mengisi bagian kosong.
5.
Bagilah proyek jangka panjang menjadi segmen-segmen dan menetapkan tujuan penyelesaian untuk setiap segmen.
6.
Jika memungkinkan, biarkan siswa menyelesaikan tugasnya dengan menggunakan komputer.
7.
Jika siswa terlambat menyerahkan tugas, tetaplah kita menerima tugas tersebut dan jelaskan bahwa ada konsekuensi jika dia terlambat menyerahkan tugas

stimulasi-kerja-otak-melalui-brain-gym


Stimulasi Kerja Otak Melalui Brain Gym
http://www.rumahbelajar-persada.com/artikel/stimulasi-kerja-otak-melalui-brain-gym/



illustrasi Otak Manusia

Banyak orang tidak mengetahui bahwa kerja otak dapat tumbuh dengan maksimal hingga usia lanjut. Lakukan stimulasi otak, salah satu diantaranya move your brain through exercise. Jika Anda memaksimalkan kerja otak melalui gerakan-gerakan yang dibutuhkan, maka diharapkan akan menstimulasi kontrol gerakan tubuh lainnya. Semakin kita sering memberikan stimulus pada otak, maka kemampuan kinerja otak semakin baik

Brain Gym adalah salah satu cabang Kinesiologi, yang menggunakan serangkaian gerak sederhana menyenangkan dan bertujuan untuk mengintegrasikan bagianbagian otak manusia (merangsang, memberi imbangan, membuka hambatan), baik dari dimensi kirikanan, sentral, maupun fokus. Latihan-latihan ini adalah inti dari Educational û Kinesiology, yang dalam bahasa Inggris kata education berasal dari kata latin educate yang berarti menarik keluar. edangkan Kinesiology berasal dari kata Yunani kinesis (gerakan) yang menya
Tiga Dimensi Otak sesuai dengan Edu-K
A. Lateralisasi – Komunikasi (dimensi Otak Kiri dan Kanan)

Lateralisasi adalah dasar dari intelegensi informasi, yang dibentuk terutama dengan cara kita memproses pemasukan informasi melalui penglihatan dan pendengaran serta pengeluaran informasi melalui bahasa lisan seperti bicara dengan mudah atau susah memberikan petunjuk tentang kemampuan mengolah komunikasi.

Untuk membantu mengaktifkan dimensi lateralisasi ini kita bisa dibantu dengan pertanyaan ‘Dalam situasi atau kegiatan apa saja Anda ingin lebih efektif berkomunikasi secara verbal atau non-verbal (menelpon teman, meminta bantuan, mendiskusikan sesuatu dan sebagainya).
Kurang kerjasama otak kiri – kanan dapat terlihat dengan aktifitas antara lain:

* Sulit membedakan kanan dan kiri
* Gerakan kaku, tulisan tangan jelek, sulit membaca dan menulis
* Sulit mengikuti sesuatu yangmenggunakan mata
* Tangan miring ke dalam pada waktu menulis
* Cenderung menulis huruf terbalik
* Cenderung melihat ke bawah sambil berpikir (sulit untuk visualisasi)
* Keliru huruf seperti d – b ; p – q dst
* Menyebut kata sambil menulis

Gerakan Brain Gym yang membantu adalah :

* Gerakan Silang (Cross Crawl)
* 8 Tidur (Lazy 8s)
* Coretan Ganda (Double Doodle)
* Abjad 8 (Alphabet 8s)
* Gajah (The Elephant)
* Putaran Leher (Neck Rolls)
* Olengan Pingggul (The Rocker)
* Pernapasan Perut (Belly Breathing)
* Gerakan Silang Berbaring (Cross Crawl Sit-ups)
* Mengisi Energi (The Energizer)

B. Fokus – Pemahaman (dimensi Otak Bagian depan dan Bagian Belakang)

Dimensi fokus di Edu-K merupakan dasar intelegensi berhubungan dengan kemampuan memperhatikan dengan seksama termasuk impuls mendasar untuk bergerak ke depan dan juga pola mempertahankan hidup (survival) untuk menghambat gerakan tersebut. Bila kita seimbang dalam Dimensi Fokus, maka kita mampu memahami dan mengartikan pengalaman dengan menggunakan pola-pola sensori dalam ingatan untuk mengerti diri, membayangkan kemungkinan baru dan menyambungnya dengan polapola kognitif yang mengantar kita ke arah tujuan.

Bila kerjasama antara Otak Besar dan sistem lim- dalam Brain Gym bisa terganggu, orang sulit merasakan emosi atau mengekspresikannya

Fokus yang sehat dan seimbang meliputi kemampuan untuk memperhatikan sesuatu dengan seksama (tanpa merasa terganggu oleh keadaan sekeliling) dan kemampuan mengalihkan perhatian dari detail ke perspektif yang lebih luas atau dengan kata lain melihat
keseluruhan. Fokus mental tergantung pada partisipasi fisik tubuh kita dan tidak akan berlangsung dalam keadaan ‘setengah hati’ karena fokus meminta keterlibatan yang aktif dan persepsi yang maju seiring dengan waktu. Kita dapat mempertahankan perhatian atau fokus terhadap sesuatu apabila disertai dengan rasa ingin tahu akan hal baru.

Kurangnya kerjasama otak depan dan belakang dapat terlihat dengan aktifitas antara lain :

* Otot tengkuk dan bahu tegang; kurang semangat untuk belajar; reaksi pelan
* Hambatan Otak Bagian Belakang: Aktif dan konsentrasi serta analisis tetapi terlalu dekat, terlalu rinci, kurang fleksibel, kadang-kadang agresif, kurang istirahat / kurang rileks untuk memikirkan yang lebih luas.
* Hambatan Otak Bagian Depan: pasif, melamun, bila stress bingung, hiper atau hipoaktif, kemampuan untuk perhatian kurang, tetapi untuk perasaan dan suasana direkam dengan jelas.

Gerakan Brain Gym yang membantu adalah :

* Gerakan Burung Hantu (The Owl)
* Mengaktifkan Tangan (Arm Activation)
* Lambaian Kaki (The Footflex)
* Pompa Betis (The Calf Pump)
* Luncuran Gravitasi (The Gravity Glider)
* Pasang kuda-kuda (The Grounder)

C. Pemusatan (Dimensi Otak Atas dan Bawah)

Pemusatan adalah dasar inteligensi emosional – sumber sukacita, kemarahan, keakraban, ingatan dan asosiasi, kesadaran tentang diri dan ketrampilan berhubungan dengan orang lain. Dimensi pemusatan menyangkut semua jenis emosi, kedua-duanya yaitu yang terkandung dan yang diungkapkan.

Jika dimensi pemusatan seimbang kita merasa grounded dan percaya diri dan mampu mengendalikan impuls dari dalam, tanpa dibingungkan
dengan berbagai perasaan. Kita mampu bermain untuk lebih mengembangkan diri dan tetap
merasa aman dalam hubungan dengan manusia dan dunia luar. Bila kerjasama antara Otak Besar dan sistem limbis terganggu, orang sulit merasakan emosi atau mengekspresikannya, cenderung bertingkah laku ‘fight or flight’ serta dapat mengalami ketakutan yang berlebihan. Dalam keadaan stress, tegangan listrik berkurang di Otak Besar sehingga fungsinya terganggu. Kurangnya kerjasama otak atas dan bawah dapat terlihat dengan aktifitas antara lain :

* Bagian atas terhambat: bicara dan bertindak pelan, kurang fleksibel, sulit melompat, kurang konsentrasi, kurang terorganisasi, penakut, kurang percaya diri, ragu-ragu, sulit dalam hubungan sosial dan di sekolah.
* Bagian bawah terhambat: cepat hilang keseimbangan, pintar tetapi sering sakit, mengabaikan perasaan atau menilai negatif,
bertindak dan bicara terlalu cepat, ingin mendiskusikan segala hal.

Gerakan Brain Gym yang membantu adalah :

* Minumlah banyak air (Water)
* Sakelar Otak (Brain Buttons)
* Tombol Bumi (Earth Buttons)
* Tombol Imbang (Balance Buttons)
* Tombol Angkasa (Space Buttons)
* Menguap berenergi (The Energy Yawn)
* Pasang Telinga (Thinking Cap)
* Kait Relaks (Hook-ups)
* Titik Positif (Positive Point)

Jadi, Anda berminat untuk mencoba metode Brain Gym ini? Yuk, datang ke Rumah Belajar!

Ditulis Oleh: rumahbelajar

26-gerakan-dalam-brain-gym


26 Gerakan Dalam Brain Gym
http://www.rumahbelajar-persada.com/artikel/26-gerakan-dalam-brain-gym/

Bagian Otak

1. Minum Air (Water)
2. Saklar Otak (Brain Buttons)
3. Tombol Bumi (Earth Buttons)
4. Tombol Angkasa (Space Buttons)
5. Tombol Imbang (Balance Buttons)
6. Gerakan Silang (Cross Crawl)
7. Titik Positif (Positive Points)
8. Kait Relaks (Hook-ups)
9. Pernapasan Perut (Belly Breathing)
10. 8 Tidur (Lazy 8s)
11. Putaran Leher (Neck Rolls)
12. Pasang Telinga (The Thinking Cap)
13. Gerakan Burung Hantu (The Owl)
14. Gajah (The Elephant)
15. Olengan Pinggul (The Rocker)
16. Gerakan Silang berbaring (Cross Crawl-Sit ups)
17. Penguapan Energi (The Energy Yawn)
18. Mengaktifkan Tangan (Arm Activation)
19. Coretan Ganda (Doble Doodle)
20. Abjad 8 (Alphabet 8s)
21. Mengisi Energi (The Energizer)
22. Lambaian Kaki (The Footflex)
23. Pompa Betis (The Calf Pump)
24. Luncuran Gravitasi (The Gravity Glider)
25. Pasang kuda-kuda (The Grounder)
26. Memikirkan ‘X’ (Think of an X)

Ditulis Oleh: rumahbelajar

Selasa, 21 Juni 2011

Apa Itu Disleksia?


Apa Itu Disleksia?
Inggried Dwi Wedhaswary | Asep Candra | Selasa, 3 Agustus 2010 | 09:25 WIB
http://health.kompas.com/read/2010/08/03/09255726/Apa.Itu.Disleksia

Tahukah Anda bahwa para pesohor seperti Albert Einstein, Sir Winston Churchill, Tom Cruise, Walt Disney, dan Lee Kuan Yeuw adalah penyandang disleksia? Mereka orang-orang yang mengalami kesulitan mengolah kata. Namun, dalam prosesnya, toh mereka bisa menjadi ôbesarö karena tak menyerah pada keadaan. Mungkin belum banyak yang mengetahui lebih dalam mengenai disleksia. Dalam beberapa seri tulisan, Kompas.com akan mencoba mengupasnyaà KOMPAS.com ù Disleksia berasal dari kata Yunani yaitu ôdysö yang berarti ke

Developmental Dyslexia merupakan bawaan sejak lahir dan karena faktor genetis atau keturunan. Penyandang disleksia akan membawa kelainan ini seumur hidupnya atau tidak dapat disembuhkan. Tidak hanya mengalami kesulitan membaca, mereka juga mengalami hambatan mengeja, menulis, dan beberapa aspek bahasa yang lain. Meski demikian, anak-anak penyandang disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal atau bahkan di atas rata-rata. Dengan penanganan khusus, hambatan yang mereka alami bisa diminimalkan.

“Disleksia itu menurut penelitian sekitar 70 persen merupakan keturunan. Namun, sisanya 30 persen, berarti ada faktor lain di luar genetis yang hingga saat ini belum diketahui apa itu penyebabnya. Selain karena keturunan, acquired dyslexia itu awalnya individu normal, tetapi menjelang dewasa mengalami cedera otak sebelah kiri dan bisa menyebabkannya menjadi disleksia,” kata Kristiantini dalam Seminar Nasional Disleksia, Sabtu (31/7/2010) di Jakarta.

Sejumlah ahli juga mendefinisikan disleksia sebagai suatu kondisi pemrosesan input atau informasi yang berbeda (dari anak normal) yang sering kali ditandai dengan kesulitan dalam membaca yang dapat memengaruhi area kognisi, seperti daya ingat, kecepatan pemrosesan input, kemampuan pengaturan waktu, aspek koordinasi, dan pengendalian gerak. Dapat juga terjadi kesulitan visual dan fonologis, dan biasanya terdapat perbedaan kemampuan di berbagai aspek perkembangan.

Masalah yang juga bisa mengikuti penyandang disleksia di antaranya konsentrasi, daya ingat jangka pendek (cepat lupa dengan instruksi). “Penyandang disleksia juga mengalami masalah dalam pengorganisasian. Mereka cenderung tidak teratur. Misalnya, memakai sepatu tetapi lupa memakai kaus kaki. Masalah lainnya, kesulitan dalam penyusunan atau pengurutan, entah itu hari, angka, atau huruf,” papar Kristiantini yang juga seorang dokter anak.

Secara lebih detail, seperti dikutip dari www.dyslexia-indonesia.org, penyandang disleksia biasanya mengalami masalah-masalah, seperti :

1. Masalah fonologi: Yang dimaksud masalah fonologi adalah hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Misalnya mereka mengalami kesulitan membedakan ”paku” dengan ”palu”; atau mereka keliru memahami kata-kata yang mempunyai bunyi hampir sama, misalnya ”lima puluh” dengan ”lima belas”. Kesulitan ini tidak disebabkan masalah pendengaran, tetapi berkaitan dengan proses pengolahan input di dalam otak.

2. Masalah mengingat perkataan: Kebanyakan anak disleksia mempunyai level kecerdasan normal atau di atas normal. Namun, mereka mempunyai kesulitan mengingat perkataan. Mereka mungkin sulit menyebutkan nama teman-temannya dan memilih untuk memanggilnya dengan istilah “temanku di sekolah” atau “temanku yang laki-laki itu”. Mereka mungkin dapat menjelaskan suatu cerita, tetapi tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan yang sederhana.

3. Masalah penyusunan yang sistematis atau berurut: Anak disleksia mengalami kesulitan menyusun sesuatu secara berurutan misalnya susunan bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, atau susunan huruf dan angka. Mereka sering ölupaö susunan aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya, misalnya lupa apakah setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah atau langsung pergi ke tempat latihan sepak bola. Padahal, orangtua sudah mengingatkannya bahkan mungkin hal itu sudah pula ditulis dalam agenda kegiatann

4. Masalah ingatan jangka pendek: Anak disleksia mengalami kesulitan memahami instruksi yang panjang dalam satu waktu yang pendek. Misalnya ibu menyuruh anak untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti pakaian, cuci kaki dan tangan, lalu turun ke bawah lagi untuk makan siang bersama ibu, tapi jangan lupa bawa serta buku PR Matematikanya, ya”, maka kemungkinan besar anak disleksia tidak melakukan seluruh instruksi tersebut dengan sempurna karena tidak mampu mengingat seluruh perkataan ibunya.

5. Masalah pemahaman sintaks: Anak disleksia sering mengalami kebingungan dalam memahami tata bahasa, terutama jika dalam waktu yang bersamaan mereka menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa yang berbeda. Anak disleksia mengalami masalah dengan bahasa keduanya apabila pengaturan tata bahasanya berbeda daripada bahasa pertama. Misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal susunan diterangkanûmenerangkan (contoh: tas merah). Namun, dalam bahasa Inggris dikenal susunan menerangkan-diterangkan

Penderita ADHD Sulit Belajar di Sekolah “Biasa”

May 20, 2011
Penderita ADHD Sulit Belajar di Sekolah “Biasa”
http://scannerperiksanilai.com/penderita-adhd-sulit-belajar-di-sekolah-biasa/

Apa itu ADHD? ADHD singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ADHD di Amerika dianggap sebagai sebuah penyakit. Psikolog biasanya akan memberikan obat stimulan bagi penderita ADHD. Tapi tidak semua setuju jika ADHD dianggap sebagai penyakit. Mereka yang memiliki ADHD biasanya punya ciri-ciri konsentrasi mudah terganggu, berbicara tanpa memikirkan perasaan lawan bicara (apa yang ada di kepala langsung keluar dari mulut tanpa dipikirkan), mudah marah (short temper), lebih kreatif, banyak bicara

scanner ljk membantu anak ADHD

Saya baru tahu jika saya memiliki ADHD setelah bertemu seorang guru dari Australia. Setelah beberapa kali berdiskusi soal beberapa topik, tiba-tiba dia langsung tebak bahwa sepertinya saya punya ADHD. Beliau bercerita kalau di Australia semua guru diajarkan tentang ADHD sehingga bisa mendeteksi muridnya yang memiliki ADHD. Setelah berdiskusi sedikit soal ADHD dengan beliau, saya mencari literatur di internet soal ADHD. Tapi saat saya baca beberapa artikel ADHD ini benar-benar menyeramkan. Seperti sebuah pe

Beliau meminta saya untuk mengikuti tes untuk menguji apakah saya memang benar-benar punya ADHD di http://psychcentral.com/quizzes/adultaddquiz.htm. Hasilnya 78% saya punya ADHD. Tapi apa sih sebenarnya ADHD? Beliau menerangkannya seperti ini : Jika diibaratkan isi otak kita adalah on/off switch lampu, pada orang normal jika tombol A ditekan maka lampu A akan nyala dan jika tombol B ditekan maka lampu B akan nyala. Hal ini tidak terjadi di mereka yang ADHD. Saat tombol A yang ditekan, yang nyala bisa saja

ADHD bukanlah sebuah penyakit yang perlu ditakuti dan diobati. Sebenarnya tidak ada obat ADHD. Kalaupun ada hanya mengurangi hiperaktifnya. Tapi beberapa penderita ADHD yang diwawancarai, setelah minum obat itu mereka juga kehilangan sisi kreativitas mereka selain sifat hiperaktifnya. ADHD tidak perlu diobati, tapi dididik dengan cara yang berbeda dengan pendidikan disekolah biasa.

Ada sebuah cerita di Australia dimana seorang anak umur 13 tahun tidak bisa duduk diam dan mengerjakan soal saat ujian. Sewaktu ujian berlangsung, setelah 5 menit duduk dia akan lari keluar kelas dan tidak kembali. Sehingga nilainya selalu F. Karena gurunya faham kalau dia ini ADHD, maka gurunya akhirnya bilang ke si anak, ôMau gak ibu guru bacakan soalnya, kemudian kamu jawab dan ibu akan tuliskan jawabanmu?ö. Anak tersebut setuju. Menariknya nilai anak ini setelah ujian dengan cara ini, nilainya selalu A

Bagi orang tua, anda harus tahu apakah anak anda memiliki ADHD. Jika anak anda baru berumur 2 hingga 8 tahun dan hiperaktif itu belum tentu dia memiliki ADHD. Tapi jika diatas 7 tahun hingga 14 tahun bisa dilakukan pengamatan apakah dia ADHD. Biasanya ADHD terbawa hingga dewasa. Tapi saat dewasa sebagian penderita ADHD sudah menemukan solusi dari beberapa gangguan ADHD. Sehingga kadang sulit untuk dideteksi. Tapi ciri-ciri umumnya biasanya masih terlihat. Sebagian orang yang punya ADHD kesulitan menyelesai

Ada yang bilang penderita ADHD hanya punya 2 pilihan hidup. Super sukses atau berakhir di penjara. Bagi penderita ADHD tidak ada pilihan ditengah-tengah atau mediocre results. Ada sebuah cerita di Australia, seorang bapak-bapak berumur 50 tahun datang ke dokter untuk menanyakan apa yang salah dengan dirinya. Karena dia sudah mengalami 4 kali perceraian dan 20 kali pindah kerja. Dia menangis saat tahu bahwa akar masalahnya adalah ADHD. Hidupnya hancur berantakan katanya hanya karena dia tidak tahu apa yang

Tapi disisi lain, jika penderita ADHD bisa menemukan solusi untuk mereka sendiri, mereka dapat meraih kesuksesan besar (level super). Ciri-ciri ADHD yang positif adalah biasanya mereka bisa super fokus jika menemukan sesuatu yang mereka minati. Kebalikan saat mereka tidak tertarik dengan sesuatu yang tidak mereka minati. Jika seorang anak ADHD sangat minat dengan komputer, dia bisa duduk didepan komputer hingga jam 5 subuh. Sangat fokus dan komit. Mereka juga biasanya tidak bisa menerima hasil biasa. Misal

Daftar orang-orang sukses yang punya ADHD :

Actors :

Bill Cosby, Jim Carey, Harry Belafonte, Cher, Kirk Douglas, Ann Bancroft, Dustin Hoffman, Robin Williams, Suzanne Somers, George Burns, Steve McQueen, Tracey Gold, George C. Scott, Sylvester Stallone, Whoopi Goldberg, Henry Winkler, Will Smith, Lindsay Wagner, James Stewart, Tom Smothers, Danny Glover



Artists :

Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Ralph Waldo Emerson



Athletes :

Bruce Jenner, Pete Rose, Magic Johnson (LA Lakers All Star Point Guard), Jackie Stewart (Formula 1 champion), Babe Ruth(New York Yankees Home Run King), Michael Jordan (Six time NBA Champion & Icon), Nolan Ryan, Jason Kidd (Dallas Mavericks point guard), Greg Louganis

Inventors :

Leonardo Da Vinci, Orville & Wilber Wright, Benjamin Franklin, Thomas Edison, William Wrigley, Alexander Graham Bell, Thomas Alva Edison, Christopher Columbus



Scholars :

Sir Issac Newton, Galileo, Albert Einstein, Louis Pasteur



Statesmen/Political Leaders :

Anwar Sadat, Abraham Lincoln, John F. Kennedy, Winston Churchill, Prince Charles, Dwight Eisenhauer, Robert F. Kennedy, Woodrow Wilson, Nelson Rockafeller(Anak pengusaha John D. Rockafeller), Napoleon Bonaparte.


Entrepreneurs :

Walt Disney, FW Woolworth, Andrew Carnegie, Henry Ford, Malcolm Forbes, William Randolph Hearst, Ted Turner, Sir Richard Branson, John D. Rockefeller, Steven Spielberg, Bill Gates

Jika melihat daftar diatas, maka kita akan ingat cerita Albert Einstein dan Thomas Alva Edison dianggap idiot oleh guru disekolahnya. Tapi pada akhirnya mereka punya kontribusi besar terhadap dunia. Sir Richard Branson yang DO dari SMP, membangun perusahaan Virgin Group. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa mereka yang DO dari sekolah dan menjadi pengusaha sukses bukanlah karena ilmu itu tidak penting. Tapi lebih karena otak mereka tidak bisa belajar di sistem pendidikan yang ada saat ini. Mereka ini adalah

ADHD bukanlah sebuah penyakit. Tapi sebuah keunikan yang ada dalam diri sebagian orang. Sebagai orang tua dan guru anda harus membantu mereka untuk berkembang jadi manusia yang bermanfaat dan sukses. Mungkin anda pernah baca juga bahwa saat masih muda Benjamin Franklin tidak punya teman karena dia selalu memotong temannya berbicara. Ini juga ciri ADHD yaitu tidak sabar menunggu orang lain menyelesaikan apa yang ingin disampaikannya. Jika anda suka film Percy Jackson & The Olympian, dalam cerita fiksi terse

Sumber : scannerperiksanilai.com