environment

environment

Gg1

Minggu, 28 November 2010

Pakai Korset dan Efek Kesehatannya

Pakai Korset dan Efek Kesehatannya

06/08/2010 in Customer Alert, Perpustakaan | Tags: Perpustakaan, Customer Alert

Meski tersiksa dan sulit bernapas korset banyak dipakai orang karena bisa membuat perut terlihat rata. Tapi penggunaan korset juga bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Korset adalah salah satu alat yang bisa menyiksa diri dan terkenal dapat menyebabkan sakit di tubuh. Tapi barang ini tetap saja disukai oleh banyak perempuan, bahkan kini beberapa laki-laki juga ada yang menggunakan korset.

Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika bagi yang memakainya, seperti pinggang yang lebih kecil, postur tubuh yang lebih baik, pinggul dan payudara akan terlihat lebih berisi serta mengurangi ukuran pinggang.

Saking dipercaya bisa membuat bentuk tubuh lebih baik, korset telah menjadi industri yang menguntungkan dan terus diproduksi dengan berbagai macam khasiat seperti untuk memperbaiki bentuk tubuh atau untuk wanita setelah melahirkan.

Dikutip dari BBC, Jumat (6/8/2010) masalah yang sering terjadi adalah seseorang kadang melupakan efek buruk yang mungkin ditimbulkan demi sebuah tren mode.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian korset membuat otot-otot punggung bagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang digunakan. Hal ini tentu saja membuat tulang belakang berhenti tumbuh karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Beberapa cerita mengerikan tentang korset mungkin pernah didengar masyarakat, seperti seorang gadis meninggal karena sesak napas atau ada yang hatinya tertusuk oleh tulang rusuk sendiri. Namun masih sulit dipastikan apakah hal tersebut memang benar-benar akibat penggunaan korset atau tidak.

Jika menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko. Diduga salah satu risiko yang parah akibat penggunaan korset yang tidak tepat adalah chlorosis (greensickness) dengan ciri kulit putih kehijauan yang diakibatkan adanya gangguan pada empedu. Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut.

Beberapa risiko serius lainnya juga mungkin terjadi, terutama jika penggunaannya dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan.

Biasanya risiko yang muncul ditandai dengan:

1. Terjadinya penurunan otot perut.
2. Pergeseran dan terganggunya dinding perut.
3. Usus bisa tertekan.
4. Terjadinya kompresi terhadap rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati.
5. Penurunan kapasitas paru-paru.
6. Kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Hal yang paling penting untuk diingat sebelum menggunakan korset adalah pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam.

Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.

Sumber: Detikhealth

Selada: Lindungi Paru, Cegah Kanker

Selada: Lindungi Paru, Cegah Kanker

26/09/2010 in Info Sehat, Perpustakaan | Tags: Info Sehat, Perpustakaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama ini selada nyaris lebih banyak menjadi penghias makanan, padahal kaya zat gizi dan sangat baik bagi kesehatan. Jenis sayuran ini dapat melindungi paru, mencegah kanker dan stroke, memelihara hati, serta mengatasi anemia dan bronkitis.

Selada (Lactuca sativa) jika dilihat sepintas bentuknya seperti lobak yang berdaun kembang. Selada merupakan tanaman paling populer di antara tanaman salad lainnya. Pada tahun 1952, nilai komersial tanaman selada sebagai sayuran di Amerika Serikat, hanya dapat dilampaui oleh kentang dan tomat. Tanaman ini diperkirakan telah mulai dijadikan usaha sejak 2.500 tahun lalu.

Tanaman selada diduga berasal dari Asia Barat. Berawal dari kawasan Asia Barat dan Amerika, tanaman ini kemudian meluas ke berbagai negara. Daerah penyebaran selada antara lain Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Barat, dan Filipina.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembudidayaan selada meluas ke negara-negara yang beriklim sedang maupun panas. Beberapa negara telah mengembangkan dan menciptakan varietas unggulan, seperti di Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Belanda.

Di Indonesia, selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial. Daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas pada pusat-pusat produsen sayuran seperti Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung).

Selada termasuk famili Asteraceae dan genus Lactuca. Yang termasuk dalam famili ini adalah selada daun. Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap selada daun sama dengan selada air, padahal selada air berasal dari famili yang berbeda.

Selada daun memiliki daun berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang ditanam di Indonesia umumnya berasal dari luar negeri.

.

Sahabat Perokok, Tangkal Gangguan Hati
Selada air berbeda dengan selada daun. Selada air berasal dari famili Brassicaceae dan mempunyai nama Latin berbeda, yaitu Nasturtium officinale. Selada air mempunyai ciri-ciri batang berongga dengan daun lonjong bertangkai. Daerah asalnya adalah wilayah timur Mediterania dan wilayah yang berbatasan dengan Asia.

Selada air mengandung komponen antioksidan lengkap, sehingga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi racun tubuh. Sebuah studi telah memfokuskan pada sifat-sifat antikanker yang dimiliki selada air, terutama kandungan antioksidannya yang tinggi.

Jenis selada ini juga terbukti mampu mengobati tuberkulosis, kudis, dan bersifat antibakteri. Kualitas antikudis ini sudah digunakan sejak berabad-abad lalu dengan menggunakan selada sebagai obat tradisional.

Dalam penelitian terbaru, selada air mengindikasikan dapat melindungi paru-paru perokok dari bahan karsinogenik yang ada dalam tembakau maupun asap rokok. Konsumsi selada air membantu menghambat terbentuknya NKK, yaitu zat karsinogenik dalam tembakau yang menyumbang terjadinya kanker paru, kanker mulut, dan tenggorokan.

Hal ini dimungkinkan karena daun selada air mengandung PEITC (phenethyl isothiocynate) yang keluar bila daun ini dikunyah, yang merupakan agen kemopreventif pelawan kanker paru. Penelitian juga membuktikan bahwa selada air berkhasiat menangkal radang selaput lendir pada saluran pernapasan.

Di Jerman, selada air digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing pada anak-anak. Bubuk daun selada di India digunakan sebagai peluruh dahak untuk mengobati bronkitis dan gangguan lever.

Selain itu, selada air juga bersifat peluruh kencing, pencahar, peningkat stamina. Berguna pula dalam mengatasi anemia, eksim, gangguan ginjal dan lever, tumor, bisul, dan kutil karena kaya akan antioksidan dan fitiokimia.

Dalam pengobatan tradisional, daun selada air segar digunakan untuk membersihkan darah dan mengobati pasien yang mengalami gangguan metabolik kronis serta astenia (kelemahan). Daun selada air yang dilumatkan lalu digunakan sebagai masker wajah bisa mengatasi jerawat, bintik-bintik, atau noda hitam.

.

Baik bagi Ibu Hamil
Selada kaya akan kandungan vitamin A, C, E, betakaroten, seng, asam folat, magnesium, kalsium, zat besi, mangan, fosfor, dan natrium. Namun, dalam beberapa kasus, selada air dapat mengganggu orang yang mempunyai masalah pencernaan berat atau tukak lambung.

Seperti jenis sayur-sayuran lainnya, selada juga mengandung komponen gizi yang cukup baik, terutama vitamin A dan vitamin K. Kandungan gizi tiap jenis selada berbeda-beda. Kandungan vitamin A paling banyak terdapat pada selada yang berwarna merah.

Sementara kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada selada jenis roman lettuce. Kombinasi vitamin C dan betakaroten pada selada sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat mencegah oksidasi kolesterol.

Selada juga kaya akan vitamin K, paling banyak terdapat pada selada berdaun merah. Selain membantu proses pembekuan darah, vitamin K berpotensi mencegah penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke karena efeknya mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor-faktor seperti timbunan plak kalsium.

Selada juga mengandung komponen lain dalam jumlah minor, seperti vitamin B kompleks dan berbagai mineral lainnya. Konsumsi selada jenis roman lettuce sebanyak 100 gram cukup untuk memenuhi 34 persen kebutuhan asam folat dalam tubuh. Asam folat merupakan komponen dalam DNA dan RNA, sehingga sangat penting untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel tubuh yang rusak.

Asam folat sangat diperlukan oleh ibu hamil untuk mengatasi anemia zat besi, serta mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Asam folat juga dapat mereduksi kadar homosistein di dalam darah. Homosistein sangat berbahaya bagi tubuh karena berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, seperti jantung dan lever.

Daun selada mengandung bioflavonoid, berfungsi mirip vitamin C, yaitu
mempertahankan fisik agar tetap awet muda. Selain itu, bioflavonoid berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah. Karena itu, daun selada sangat baik untuk mencegah penyakit stroke.

.

Hati-Hati Salmonella
Selada merupakan salah satu contoh sayuran yang biasa digunakan sebagai penyusun salad dan banyak dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Meskipun lebih nikmat dan mempunyai nilai gizi lebih baik, konsumsi selada mentah sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri patogen.

Hasil penelitian Lund et al (2000) menyebutkan, pada selada ditemukan bakteri Salmonella. Bakteri patogen tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan gastroenteritis.

Salmonella penyebab gastroenteritis ditandai oleh gejala-gejala yang umumnya tampak pada 12-36 jam setelah mengonsumsi bahan pangan yang tercemar. Gejala-gejala tersebut adalah diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam yang dapat berakhir selama 1-7 hari. Menurut Buckle et al (1987), tingkat kematian akibat Salmonella kurang dari 1 persen, tetapi jumlah ini dapat meningkat pada anak-anak, orang tua, dan orang yang sedang sakit.

Tingkat bahaya yang demikian tinggi mendorong beberapa lembaga yang bergerak di bidang pangan membuat aturan sangat ketat mengenai kandungan Salmonella pada selada. Menurut rekomendasi ICMSF (International Comission on Microbiological Spesification for Foods) tahun 1986, kandungan Salmonella harus nihil (tidak ada) dalam 25 gram sampel yang diuji.

Sementara itu, menurut peraturan Public Health Laboratory Service (2000) tentang penilaian kualitas mikrobiologi sayuran segar, juga disebutkan bahwa batas aman Salmonella adalah tidak terdeteksi dalam 25 gram sampel sayuran segar, termasuk selada. Di Indonesia juga dipersyaratkan agar sayuran yang dimakan mentah tidak boleh mengandung Salmonella.

Selain Salmonella, pada selada juga mudah ditemukan bakteri patogen lainnya, seperti Escherichia coli O157:H7, Listeria monocytogenes, dan Shigella sonnei (Lin et al, 2000). Karena itu, semua orang yang gemar mengonsumsi sayuran mentah seperti selada sebaiknya lebih berhati-hati.

Berdasarkan penelitian Susilawati (2002), Salmonella selalu ditemukan pada sayuran segar. Sementara itu, penelitian Ruslan (2003) menunjukkan bahwa Salmonella selalu ditemukan dari tujuh kali pengambilan sampel dari semua jenis sayur olahan.

Jika hendak mengonsumsi sayuran mentah seperti selada, sebaiknya cuci berulang kali hingga bersih. Air yang dipakai untuk mencuci harus bebas dari mikroba patogen atau mikroba penyebab kebusukan makanan. Selain itu, pencucian juga dapat dilakukan dengan desinfektan seperti klorin.

Menurut Codex Alimentarius Comission (2000), konsentrasi klorin yang aman digunakan untuk desinfeksi berkisar antara 50-200 ppm (mg/kg), dengan waktu kontak 1-2 menit. Di Amerika Serikat, maksimum 200 ppm klorin yang diizinkan untuk sanitasi buah dan sayuran. Bila digunakan untuk pencucian buah dan sayuran segar, batas maksimum penggunaan klorin adalah 5 ppm. Setelah dicuci dengan klorin, sayuran harus dicuci dengan air bersih kembali.

Selain itu, proses pemblansiran juga dapat menjadi pilihan. Blansir adalah suatu cara perlakuan panas pada bahan dengan cara pencelupan ke dalam air panas atau pemberian uap panas pada suhu sekitar 82-93°C. Waktu blansir bervariasi antara 1-11 menit. Selain itu, bagian-bagian selada yang tidak dinginkan, seperti akar maupun daun yang sudah mulai membusuk, sebaiknya dibuang.

.

Jangan Disimpan Dekat Buah
Sebelum diolah atau dikonsumsi, selada sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin. Sebelum disimpan, selada harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Lebih baik lagi jika selada dibungkus dengan plastik untuk mencegah kontaminasi.

Penyimpanan selada sebaiknya tidak terlalu dekat dengan buah-buahan yang dapat memproduksi etilen seperti apel, pisang, dan buah pir, agar tidak mudah busuk. Lama penyimpanan selada tergantung jenisnya. Selada roman lettuce dapat bertahan selama 5-7 hari, sedangkan selada butterhead hanya 2-3 hari.

Untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan, sayuran segar seperti selada sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, terutama bila disajikan untuk anak-anak atau orang tua. Proses pemasakan juga dapat membunuh mikroba yang bersifat patogen.

Penyajian usai pemasakan juga tidak boleh luput dari perhatian. Sebaiknya makanan yang telah melalui proses pemasakan langsung dikonsumsi. Sebagian besar kasus food borne disease (penyakit yang berasal dari makanan) di Indonesia diakibatkan oleh penanganan sesudah pemasakan yang tidak sempurna, seperti penyimpanan yang terlalu lama.

Prof DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/23/0915024

Rabu, 24 November 2010

Harga Mukjizat

Harga Mukjizat
http://www.jawaban.com/news/mitra/detail.php?id_news=101116090418
(MATIUS 14:17)

Sally seorang gadis kecil mendengarkan dengan saksama perbincangan kedua orang tuanya tentang Georgi, adiknya yang sakit. ôApa yang harus kita lakukan? Tabungan kita sudah habis. Hanya mukjizat yang bisa menyembuhkan Georgiö, kata ayahnya. Namun, begitu mendengar hal itu, dengan pikiran polosnya Sally kecil bergegas mengambil tabungannya. Lalu, diam-diam dia menyelinap pergi ke apotek tengah kota untuk obat bernama mukjizat itu. Sambil menunjukkan uangnya yang berjumlah 11 dolar 11 sen, Sally bertanya pada

Salah satu buku mukjizat Tuhan Yesus yaitu memberi makan 5000 orang laki-laki (belum termasuk wanita dan anak-anak) hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Namun, kita bisa membaca bahwa mukjizat yang luar biasa itu terjadi karena sebuah tindakan. Tuhan Yesus tidak memberikan roti dari langit, tapi Ia membagikan 5 roti dan 2 ikan kepada orang banyak. Ketika murid-murid mengambil tindakan membagikan ini, mukjizat mulai terjadi. Ya, untuk sebuah mukjizat, tidak cukup hanya berdiam diri tapi kita juga harus berani me

Meski demikian, sering kali yang kita lakukan justru menantikan æhujan rotiÆ alias hanya berharap tanpa melakukan apa-apa. Kita berharap segala sesuatu terjadi secara supranatural, kesuksesan seperti datang dari langit, utang-utang lunas tanpa harus susah payah bekerja mengusahakannya. Padahal, lebih sering untuk beroleh mukjizat kita harus berani æmembayarÆ lebih dulu, yaitu dengan tindakan iman. Apakah saat ini Anda sedang bergumul menantikan terjadinya mukjizat dalam keuangan, usaha, kesehatan, atau kel

Mukjizat terjadi karena kita berani bertindak.

(RHS – 21 MEI 2010)


==========================

Price Miracle
http://www.jawaban.com/news/mitra/detail.php?id_news=101116090418
(Matthew 14:17)

Sally was a little girl listening intently to the conversation about Georgi both parents, his sister who was sick. ôApa should we do? Our savings had run out. Only a miracle can cure Georgio, said his father. However, when I heard about it, with a mind innocent little Sally rushed to take his savings. Then, she quietly slipped away to the pharmacy downtown for a drug called miracles. As he showed his money, amounting to 11 dollars 11 cents, Sally asked

One of the books are miracles of the Lord Jesus fed 5000 men (not including women and children) only with 5 loaves and 2 fish. However, we can read that the great miracle occurred because of an action. Lord Jesus did not give the bread of heaven, but He shared five loaves and 2 fish to the crowd. When the students taking action to share it, miracles began to happen. Yes, for a miracle, is not enough just to remain silent, but we also have to dare me

However, often times we do actually look forward to æhujan rotiÆ alias just hope without doing anything. We hope that all things happen in the supernatural, such success came from the sky, paid off debts without having to work hard at it. In fact, more often to obtain a miracle we must dare æmembayarÆ first, by an act of faith. Are you currently struggling waiting for the miracle in the finance, business, health, or kel

Miracles happen because we dare to act.

(RHS - 21 MAY 2010)

Hidup Dalam Mujizat Setiap Hari


Hidup Dalam Mujizat Setiap Hari
http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/171/news/101124150512/limit/0/Hidup-Dalam-Mujizat-Setiap-Hari

WEDNESDAY, 24 NOVEMBER 2010
Total View : 465 times

Tuhan tidak pernah menjanjikan perjalanan kita selalu mulus dan tenang. Bahkan Rasul Paulus pernah mengalami tiga kali karam kapal. Banyak orang menjadi kecewa waktu mereka melakukan hal yang benar tetapi mengalami penderitaan karenanya, tapi kita tidak perlu kuatir. Kesulitan yang muncul waktu Tuhan menempatkan kita di tempat di mana kita berada adalah persiapan untuk terjadinya mujizat.

Apakah mujizat itu? Apakah itu sekedar suatu peristiwa spektakuler untuk membungkam mulut para pengkritik? Banyak orang tidak menyadari mujizat justru pada saat sebenarnya mereka sedang melihat mujizat tersebut. Yesus memberi makan orang banyak dengan menggunakan bekal makan siang seorang anak kecil, Tetapi tidak lama kemudian orang-orang pandai dan terpelajar justru menuntut Yesus untuk menunjukkan sebuah mujizat! Yesus berkata bahwa orang seperti itu tidak akan percaya kalaupun mereka melihat orang mati

Pikiran kedagingan terlalu bodoh untuk menerima perkara-perkara dari Tuhan, tetapi cerdas sekali untuk merasionalisasikan semua pekerjaan Tuhan.

Mujizat adalah sebuah kata sederhana dalam Alkitab yang berarti ôpekerjaan yang penuh kuasa.ö Itu saja! Mujizat itu bukan sihir mitos Romawi yang tidak masuk akal. Mujizat adalah hal yang perlu dialami oleh orang percaya secara terus menerus. Kuasa Tuhan yang bekerja dalam setiap hari, 365 hari yang penuh mujizat dalam tiap tahunnya, atau 366 hari dalam tahun kabisat. Kita sering tidak menghargai betapa ajaib peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Tuhan menyembunyikan tangan-Nya. Tuhan tidak men

Seringkali kita mendengar orang-orang Kristen menceritakan apa yang Iblis sedang kerjakan seolah-olah setan lebih aktif dari Tuhan. Mungkin setan memang lebih suka pamer untuk menarik impresi kita. Tetapi Tuhan langsung bekerja ke jantung persoalan, demi untuk memuaskan hati-Nya yang penuh kasih.

Mengapa ada begitu banyak orang Kristen yang baik tidak pernah mengalami kuasa mujizat Tuhan bekerja dalam kehidupan mereka? Mereka duduk dengan setia di gereja, mendengarkan pengkhotbah terbaik.. berdoa..menangi…bahkan mengaku, “Tuhan, aku percaya.” Mereka mendengar Firman lalu mempercayainya, kemudian apa lagi? Mereka hanya duduk di sana, menunggu Yesus melakukan sesuatu dan berdoa, “Tuhan, kirimkan kuasa-Mu.” Dan Tuhan melewati perahu-perahu mereka….

Reinhard Bonnke

“Kalau engkau ingin mengalami mujizat, engkau perlu keluar dari perahumu dan berjalan mendekati Yesus di atas gelombang!”

Dia memanggil kita. Dia tidak berkata, “Tetaplah di situ, aku akan masuk ke dalam perahumu.” Yesus berkata, “Datanglah!” Apa? Di atas air? Ya! Di situlah mujizat itu terjadi.

Untuk melihat Tuhan “in action” maka kita juga harus “in action.” Jangan pedulikan dengan penganggu yang menggangu kita. Kita tidak boleh tinggal bersama dengan kelompok yang suka kenyamanan dan tidak mau tantangan. Karena mereka tidak menunjukkan ketaatan iman. Kita harus berani melompat keluar, karena Yesus memerintahkan kita untuk melakukan itu. Kita harus lebih taat pada pendapat Tuhan dari pada pendapat manusia, karena justru di laut yang bergelora itulah terletak mujizat kita.

Ketaatan itu seperti mencolokkan kepala kabel ke steker listrik kuasa Tuhan sehingga kuasa Tuhan bisa mulai bekerja. Ketaatan adalah sambungan final kita.

Smith Wiglesworth suatu saat mengatakan pada seorang pendeta tua konvensional yang ragu-ragu dalam bertindak seperti ini:

The Acts of the Apostles were written because the lives of the Apostles bore the fruit of active faith.

Biarpun kita diurapi tapi INISIATIF adalah sesuatu yang diperlukan juga. Lompatlah! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN – Mazmur 118:17.

Kekristenan adalah agama yang penuh mujizat atau tidak sama sekali.

Salah satu pengajaran dasar kekristenan adalah kebangkitan. Kalau tidak ada kebangkitan maka semua iman kita sia-sia. Kalau kebangkitan adalah suatu kebenaran, maka mujizat lain bukan hanya mungkin, tapi so pasti sangat mungkin!

Yesus mengatakan: Apa yang mustahil bagi manusia MUNGKIN bagi Allah! Mujizat itu bukan kemustahilan bagi Tuhan, tetapi kemustahilan bagi manusia. Sesuatu yang hanya Tuhan sendiri yang bisa kerjakan, berkenaan dengan mujizat. Kita seperti kran air yang menjadi saluran air untuk mengalir. Waktu kita menyatakan Firman Tuhan maka Tuhan sang pembuat mujizat akan melepaskan kuasanya.

Orang yang selalu mencari kehendak Tuhan akan ketinggalan dengan orang yang melakukan kehendak Tuhan. Merentangkan bulu domba seperti yang Gideon lakukan bisa menjadi alatnya iblis untuk mengalahkan kita. Kalau Yesus berkata, “Pergi!” mengapa Dia perlu ulang-ulang lagi kata-kata tersebut!

Minggu ini biarlah kita belajar untuk taat dan mengambil inisiatif sehingga kita bisa hidup di tengah mujizat-Nya Tuhan!

==========================

Living In Miracles Every Day
http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/171/news/101124150512/limit/0/Hidup-Dalam-Mujizat-Setiap-Hari

Wednesday, 24 NOVEMBER 2010
Total View: 465 times

God never promised us the trip was always smooth and quiet. Even the Apostle Paul had experienced three times the sinking ship. Many people become disappointed when they did the right thing but have suffered so, but we do not need to worry. The difficulties which arise when God put us in a place where we are is the preparation for the occurrence of miracles.

Was it a miracle? Is it just a spectacular event to silence the mouths of the critics? Many people do not realize the miracle just when in fact they're seeing these miracles. Jesus fed multitudes with a lunch of a small child, but not long before the smart people and learned instead demanded Jesus to show a miracle! Jesus said that such people would not believe if they see dead people

Fleshly mind is too stupid to accept the case-the case of God, but very clever to rationalize all the Lord's work.

Miracles is a simple word in the Bible, which means that full ôpekerjaan kuasa.ö That's it! Miracles are not magic Roman myth that does not make sense. Miracles are things that need to be experienced by believers continually. The power of God at work in every day, 365 day full of miracles in each year, or 366 days in leap year. We often do not appreciate how miraculous events that are happening around us. God hides His hand. God did not

Often we hear Christians tell me what the devil was doing as if the devil is more active than God. Perhaps Satan is more like showing off to attract our impressions. But God worked directly into the heart of the issue, in order to satisfy His heart full of love.

Why are there so many good Christian people have never experienced the power of God work miracles in their lives? They sat down with the faithful in church, listening to the best preacher .. pray .. wins ... even admitted, "Lord, I believe." They heard the Word and believe, then what else? They just sit there, waiting for Jesus to do something and pray, "Lord, send thy power." And the Lord through their boats ....

Reinhard Bonnke

"If you want to experience a miracle, you need to get out of the boat and walked up to Jesus on the waves!"

He calls us. He did not say, "Stay there, I'll get into the boat." Jesus said, "Come!" What? On the water? Yes! That's where the miracle took place.

To see the Lord "in action" then we must also be "in action." Do not mind penganggu that interfere with us. We should not live together with a group who like the convenience and do not want to challenge. Because they do not show obedience of faith. We must dare to jump out, because Jesus commanded us to do that. We should be more obedient to God's opinion of the human opinion, because even in the turbulent sea that lies our miracle.

Obedience is like plugging in the cable head to the power plug the power of God so that God's power can start working. Obedience is our final connection.

Smith Wiglesworth someday tell an old priest conventional hesitate in acting like this:

The Acts of the Apostles were the resource persons written Because the lives of the Apostles bore the fruit of an active faith.

Even if we are anointed but INITIATIVE is a necessary as well. Jump! I will not die, but live, and I'll tell deeds of the LORD - Psalm 118:17.

Christianity is a religion full of miracles or not at all.

One of the basic teaching of Christianity is the resurrection. If there is no resurrection then all our faith is in vain. If resurrection is a truth, then another miracle is not only possible, but so surely it is possible!

Jesus said: What is impossible for man MAY be to Allah! Miracles are not impossible for God, but the impossibility for humans. Something that only God Himself can do, with regard to miracles. We are like tap water into water channel to flow. When we declare the Word of God then God the miracle maker will release its power.

People who always seek God's will be missed by those who do God's will. Stretch fleece as Gideon did could be a tool the devil to defeat us. When Jesus said, "Go!" Why did he need to repeat those words again!

This week let us learn to be obedient and take the initiative so that we can live in the midst of His miracles of God!

Pakai Korset dan Efek Kesehatannya

Pakai Korset dan Efek Kesehatannya

06/08/2010 in Customer Alert, Perpustakaan | Tags: Perpustakaan, Customer Alert

Meski tersiksa dan sulit bernapas korset banyak dipakai orang karena bisa membuat perut terlihat rata. Tapi penggunaan korset juga bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Korset adalah salah satu alat yang bisa menyiksa diri dan terkenal dapat menyebabkan sakit di tubuh. Tapi barang ini tetap saja disukai oleh banyak perempuan, bahkan kini beberapa laki-laki juga ada yang menggunakan korset.

Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika bagi yang memakainya, seperti pinggang yang lebih kecil, postur tubuh yang lebih baik, pinggul dan payudara akan terlihat lebih berisi serta mengurangi ukuran pinggang.

Saking dipercaya bisa membuat bentuk tubuh lebih baik, korset telah menjadi industri yang menguntungkan dan terus diproduksi dengan berbagai macam khasiat seperti untuk memperbaiki bentuk tubuh atau untuk wanita setelah melahirkan.

Dikutip dari BBC, Jumat (6/8/2010) masalah yang sering terjadi adalah seseorang kadang melupakan efek buruk yang mungkin ditimbulkan demi sebuah tren mode.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian korset membuat otot-otot punggung bagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang digunakan. Hal ini tentu saja membuat tulang belakang berhenti tumbuh karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Beberapa cerita mengerikan tentang korset mungkin pernah didengar masyarakat, seperti seorang gadis meninggal karena sesak napas atau ada yang hatinya tertusuk oleh tulang rusuk sendiri. Namun masih sulit dipastikan apakah hal tersebut memang benar-benar akibat penggunaan korset atau tidak.

Jika menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko. Diduga salah satu risiko yang parah akibat penggunaan korset yang tidak tepat adalah chlorosis (greensickness) dengan ciri kulit putih kehijauan yang diakibatkan adanya gangguan pada empedu. Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut.

Beberapa risiko serius lainnya juga mungkin terjadi, terutama jika penggunaannya dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan.

Biasanya risiko yang muncul ditandai dengan:

1. Terjadinya penurunan otot perut.
2. Pergeseran dan terganggunya dinding perut.
3. Usus bisa tertekan.
4. Terjadinya kompresi terhadap rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati.
5. Penurunan kapasitas paru-paru.
6. Kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Hal yang paling penting untuk diingat sebelum menggunakan korset adalah pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam.

Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.

Sumber: Detikhealth

Selada: Lindungi Paru, Cegah Kanker

Selada: Lindungi Paru, Cegah Kanker

26/09/2010 in Info Sehat, Perpustakaan | Tags: Info Sehat, Perpustakaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama ini selada nyaris lebih banyak menjadi penghias makanan, padahal kaya zat gizi dan sangat baik bagi kesehatan. Jenis sayuran ini dapat melindungi paru, mencegah kanker dan stroke, memelihara hati, serta mengatasi anemia dan bronkitis.

Selada (Lactuca sativa) jika dilihat sepintas bentuknya seperti lobak yang berdaun kembang. Selada merupakan tanaman paling populer di antara tanaman salad lainnya. Pada tahun 1952, nilai komersial tanaman selada sebagai sayuran di Amerika Serikat, hanya dapat dilampaui oleh kentang dan tomat. Tanaman ini diperkirakan telah mulai dijadikan usaha sejak 2.500 tahun lalu.

Tanaman selada diduga berasal dari Asia Barat. Berawal dari kawasan Asia Barat dan Amerika, tanaman ini kemudian meluas ke berbagai negara. Daerah penyebaran selada antara lain Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Barat, dan Filipina.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembudidayaan selada meluas ke negara-negara yang beriklim sedang maupun panas. Beberapa negara telah mengembangkan dan menciptakan varietas unggulan, seperti di Jepang, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Belanda.

Di Indonesia, selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial. Daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas pada pusat-pusat produsen sayuran seperti Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung).

Selada termasuk famili Asteraceae dan genus Lactuca. Yang termasuk dalam famili ini adalah selada daun. Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap selada daun sama dengan selada air, padahal selada air berasal dari famili yang berbeda.

Selada daun memiliki daun berwarna hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang ditanam di Indonesia umumnya berasal dari luar negeri.

.

Sahabat Perokok, Tangkal Gangguan Hati
Selada air berbeda dengan selada daun. Selada air berasal dari famili Brassicaceae dan mempunyai nama Latin berbeda, yaitu Nasturtium officinale. Selada air mempunyai ciri-ciri batang berongga dengan daun lonjong bertangkai. Daerah asalnya adalah wilayah timur Mediterania dan wilayah yang berbatasan dengan Asia.

Selada air mengandung komponen antioksidan lengkap, sehingga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi racun tubuh. Sebuah studi telah memfokuskan pada sifat-sifat antikanker yang dimiliki selada air, terutama kandungan antioksidannya yang tinggi.

Jenis selada ini juga terbukti mampu mengobati tuberkulosis, kudis, dan bersifat antibakteri. Kualitas antikudis ini sudah digunakan sejak berabad-abad lalu dengan menggunakan selada sebagai obat tradisional.

Dalam penelitian terbaru, selada air mengindikasikan dapat melindungi paru-paru perokok dari bahan karsinogenik yang ada dalam tembakau maupun asap rokok. Konsumsi selada air membantu menghambat terbentuknya NKK, yaitu zat karsinogenik dalam tembakau yang menyumbang terjadinya kanker paru, kanker mulut, dan tenggorokan.

Hal ini dimungkinkan karena daun selada air mengandung PEITC (phenethyl isothiocynate) yang keluar bila daun ini dikunyah, yang merupakan agen kemopreventif pelawan kanker paru. Penelitian juga membuktikan bahwa selada air berkhasiat menangkal radang selaput lendir pada saluran pernapasan.

Di Jerman, selada air digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing pada anak-anak. Bubuk daun selada di India digunakan sebagai peluruh dahak untuk mengobati bronkitis dan gangguan lever.

Selain itu, selada air juga bersifat peluruh kencing, pencahar, peningkat stamina. Berguna pula dalam mengatasi anemia, eksim, gangguan ginjal dan lever, tumor, bisul, dan kutil karena kaya akan antioksidan dan fitiokimia.

Dalam pengobatan tradisional, daun selada air segar digunakan untuk membersihkan darah dan mengobati pasien yang mengalami gangguan metabolik kronis serta astenia (kelemahan). Daun selada air yang dilumatkan lalu digunakan sebagai masker wajah bisa mengatasi jerawat, bintik-bintik, atau noda hitam.

.

Baik bagi Ibu Hamil
Selada kaya akan kandungan vitamin A, C, E, betakaroten, seng, asam folat, magnesium, kalsium, zat besi, mangan, fosfor, dan natrium. Namun, dalam beberapa kasus, selada air dapat mengganggu orang yang mempunyai masalah pencernaan berat atau tukak lambung.

Seperti jenis sayur-sayuran lainnya, selada juga mengandung komponen gizi yang cukup baik, terutama vitamin A dan vitamin K. Kandungan gizi tiap jenis selada berbeda-beda. Kandungan vitamin A paling banyak terdapat pada selada yang berwarna merah.

Sementara kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada selada jenis roman lettuce. Kombinasi vitamin C dan betakaroten pada selada sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat mencegah oksidasi kolesterol.

Selada juga kaya akan vitamin K, paling banyak terdapat pada selada berdaun merah. Selain membantu proses pembekuan darah, vitamin K berpotensi mencegah penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke karena efeknya mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor-faktor seperti timbunan plak kalsium.

Selada juga mengandung komponen lain dalam jumlah minor, seperti vitamin B kompleks dan berbagai mineral lainnya. Konsumsi selada jenis roman lettuce sebanyak 100 gram cukup untuk memenuhi 34 persen kebutuhan asam folat dalam tubuh. Asam folat merupakan komponen dalam DNA dan RNA, sehingga sangat penting untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel tubuh yang rusak.

Asam folat sangat diperlukan oleh ibu hamil untuk mengatasi anemia zat besi, serta mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Asam folat juga dapat mereduksi kadar homosistein di dalam darah. Homosistein sangat berbahaya bagi tubuh karena berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, seperti jantung dan lever.

Daun selada mengandung bioflavonoid, berfungsi mirip vitamin C, yaitu
mempertahankan fisik agar tetap awet muda. Selain itu, bioflavonoid berfungsi membantu mempertahankan kekuatan pembuluh darah agar tidak mudah pecah. Karena itu, daun selada sangat baik untuk mencegah penyakit stroke.

.

Hati-Hati Salmonella
Selada merupakan salah satu contoh sayuran yang biasa digunakan sebagai penyusun salad dan banyak dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Meskipun lebih nikmat dan mempunyai nilai gizi lebih baik, konsumsi selada mentah sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri patogen.

Hasil penelitian Lund et al (2000) menyebutkan, pada selada ditemukan bakteri Salmonella. Bakteri patogen tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan gastroenteritis.

Salmonella penyebab gastroenteritis ditandai oleh gejala-gejala yang umumnya tampak pada 12-36 jam setelah mengonsumsi bahan pangan yang tercemar. Gejala-gejala tersebut adalah diare, sakit kepala, muntah-muntah, dan demam yang dapat berakhir selama 1-7 hari. Menurut Buckle et al (1987), tingkat kematian akibat Salmonella kurang dari 1 persen, tetapi jumlah ini dapat meningkat pada anak-anak, orang tua, dan orang yang sedang sakit.

Tingkat bahaya yang demikian tinggi mendorong beberapa lembaga yang bergerak di bidang pangan membuat aturan sangat ketat mengenai kandungan Salmonella pada selada. Menurut rekomendasi ICMSF (International Comission on Microbiological Spesification for Foods) tahun 1986, kandungan Salmonella harus nihil (tidak ada) dalam 25 gram sampel yang diuji.

Sementara itu, menurut peraturan Public Health Laboratory Service (2000) tentang penilaian kualitas mikrobiologi sayuran segar, juga disebutkan bahwa batas aman Salmonella adalah tidak terdeteksi dalam 25 gram sampel sayuran segar, termasuk selada. Di Indonesia juga dipersyaratkan agar sayuran yang dimakan mentah tidak boleh mengandung Salmonella.

Selain Salmonella, pada selada juga mudah ditemukan bakteri patogen lainnya, seperti Escherichia coli O157:H7, Listeria monocytogenes, dan Shigella sonnei (Lin et al, 2000). Karena itu, semua orang yang gemar mengonsumsi sayuran mentah seperti selada sebaiknya lebih berhati-hati.

Berdasarkan penelitian Susilawati (2002), Salmonella selalu ditemukan pada sayuran segar. Sementara itu, penelitian Ruslan (2003) menunjukkan bahwa Salmonella selalu ditemukan dari tujuh kali pengambilan sampel dari semua jenis sayur olahan.

Jika hendak mengonsumsi sayuran mentah seperti selada, sebaiknya cuci berulang kali hingga bersih. Air yang dipakai untuk mencuci harus bebas dari mikroba patogen atau mikroba penyebab kebusukan makanan. Selain itu, pencucian juga dapat dilakukan dengan desinfektan seperti klorin.

Menurut Codex Alimentarius Comission (2000), konsentrasi klorin yang aman digunakan untuk desinfeksi berkisar antara 50-200 ppm (mg/kg), dengan waktu kontak 1-2 menit. Di Amerika Serikat, maksimum 200 ppm klorin yang diizinkan untuk sanitasi buah dan sayuran. Bila digunakan untuk pencucian buah dan sayuran segar, batas maksimum penggunaan klorin adalah 5 ppm. Setelah dicuci dengan klorin, sayuran harus dicuci dengan air bersih kembali.

Selain itu, proses pemblansiran juga dapat menjadi pilihan. Blansir adalah suatu cara perlakuan panas pada bahan dengan cara pencelupan ke dalam air panas atau pemberian uap panas pada suhu sekitar 82-93°C. Waktu blansir bervariasi antara 1-11 menit. Selain itu, bagian-bagian selada yang tidak dinginkan, seperti akar maupun daun yang sudah mulai membusuk, sebaiknya dibuang.

.

Jangan Disimpan Dekat Buah
Sebelum diolah atau dikonsumsi, selada sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin. Sebelum disimpan, selada harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Lebih baik lagi jika selada dibungkus dengan plastik untuk mencegah kontaminasi.

Penyimpanan selada sebaiknya tidak terlalu dekat dengan buah-buahan yang dapat memproduksi etilen seperti apel, pisang, dan buah pir, agar tidak mudah busuk. Lama penyimpanan selada tergantung jenisnya. Selada roman lettuce dapat bertahan selama 5-7 hari, sedangkan selada butterhead hanya 2-3 hari.

Untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan, sayuran segar seperti selada sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, terutama bila disajikan untuk anak-anak atau orang tua. Proses pemasakan juga dapat membunuh mikroba yang bersifat patogen.

Penyajian usai pemasakan juga tidak boleh luput dari perhatian. Sebaiknya makanan yang telah melalui proses pemasakan langsung dikonsumsi. Sebagian besar kasus food borne disease (penyakit yang berasal dari makanan) di Indonesia diakibatkan oleh penanganan sesudah pemasakan yang tidak sempurna, seperti penyimpanan yang terlalu lama.

Prof DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/23/0915024

Selasa, 23 November 2010

Daun ubi Jalar Sembuhkan DBD

Daun ubi Jalar Sembuhkan DBD
DI masyarakat Indonesia, ubi jalar merupakan tanaman yang sudah tidak asing lagi, pada umumnya dikonsumsi bagian umbinya sebagai makan utama selain nasi, tak banyak yang tahu kalau tanaman ini selain kaya akan kandungan gizi ternyata juga memiliki khasiat untuk melawan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), kemampuannya dalam meningkatkan kadar trom-bosit dalam darah menyebabkan tumbuhan ini kini dilirik sebagai alternatif menyembuhkan penyakit Demam berdarah. Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit be
Di Filipina daun ubijalar atau dalam bahasa setempat disebut camote secara turun-temurun telah digunakan untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD), dan saat ini sedang populer sekali di sana bahkan beberapa kali me-njadi topik seminar kesehatan.
Menurut dr Arijanto Djonosewodjo SpPD, ahli penyakit dalam dan herbalis di RSUD Dokter Sutomo, Surabaya, kandungan polifenol dalam daun ubijalar berperan sebagai antioksidan untuk memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terdongkrak mampu melawan virus yang menyerang tubuh.
Obat ini sangat praktis, selain mudah didapatkan cara meramunya pun sangat mudah, yakni petik 20 daun ubijalar plus tang-kai setara 200 - 250 gr, pilih daun yang tidak terlalu tua dan tak terlampau muda, Itu sekitar 4 - 5 daun dari pucuk. Setelah dibersihkan rebus dalam seliter air dengan api kecil hingga mendidih, kira-kira 20 menit. Sebanyak 800 - 900 mililiter air rebusan daun itu disaring dan diminum. Dosis sekali minum 200 ml dengan frekuensi 5 kali semalam.
Hasil riset Dr Shahidul Islam, peneliti dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat, menunjukkan setiap 100 gram daun ubijalar segar kultivar suioh mengandung 117 mg kalsium, 1,8 mg besi, 3,5 mg karoten. Selain itu daun Ipo-moea batatas itu juga mengan-dung 7,2 mg vitamin C, 1,6 mg vitamin E, dan 0,5 mg vitamin K, vitamin B, betakaroten, serta protein.
Hasil riset itu membuktikan bahwa daun ubijalar kaya akan kandungan 15 antosianin dan 6 jenis polifenol dan asam fenolik. Asam fenolik yang terkandung seperti dicaffeoilqynat, asam dica-ffeoilquinat, mokodaffeoilquinat, dan kaffeat. Menurut Shahidul, kandungan antosianin dan poli-fenol dalam ubijalar berguna se-bagai antioksidan, anti peradang-an, bahkan antikanker.n
(DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER)
http://www.ymp.or.id/esilo/content/view/254/8/

================


Ipo-moea batatas Leaves Dengue Cure (daun ubi jalar/camote philipine)
THE people of Indonesia, sweet potato is a plant that is not foreign, generally consumed the tubers as the main meal in addition to rice, not many know that this plant is rich in nutrient content in addition it also has properties to fight disease Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) , its ability to increase levels of Trom-bosit in the blood causes the plant is now glimpsed as an alternative cure dengue fever disease. Dengue fever is one of several diseases
In the Philippines the leaves of sweet potato or camote in the local language called hereditary been used to cope with dengue hemorrhagic fever (DHF), and is currently very popular there even a few times to njadi topic health seminars.
According to Dr. Arijanto Djonosewodjo SpPD, specialist in internal medicine and herbalist in Sutomo Doctors Hospital, Surabaya, the content of polyphenols in sweet potato leaves act as antioxidants to improve the immune system or immune. Terdongkrak immune able to fight viruses that attack the body.
This drug is very practical, easily obtained in addition to any mixes it very easy way, namely pick 20 sweet potato leaves plus pliers-kai equivalent 200-250 g, select the leaf that is not too old and not too young, That's about 4-5 leaves from the shoots. Once cleaned boiled in a liter of water with low heat until boiling, about 20 minutes. A total of 800-900 milliliters of water decoction of the leaves were filtered and drunk. Dose once drank 200 ml with a frequency of 5 times a night.
Results of research of Dr. Shahidul Islam, a researcher from the University of Arkansas, United States, showing every 100 grams of fresh leaves of sweet potato cultivars suioh contains 117 mg of calcium, 1.8 mg iron, 3.5 mg carotene. In addition, Ipo-MOEA batatas leaves also contain 7.2 mg of vitamin C, 1.6 mg vitamin E, and 0.5 mg of vitamin K, vitamin B, beta-carotene, and protein.
The research proves that the sweet potato leaves are rich in anthocyanin content of 15 and 6 types of polyphenols and phenolic acids. Contained phenolic acids such as dicaffeoilqynat, acid-ffeoilquinat Dica, mokodaffeoilquinat, and kaffeat. By Shahidul, the content of anthocyanins and poly-phenols useful in the sweet potato as an antioxidant, anti inflammatory's, even antikanker.n
(Prepared from various sources)
http://www.ymp.or.id/esilo/content/view/254/8/