Selasa, 3 Agustus 2010
Diejek Teman
http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Diejek-Teman
Foto : Ist
D uh, sedihnya menyaksikan si kecil kerap diejek dan diolok-olok oleh teman-temannya. Sebenarnya, apa, sih, yang membuat anak diejek atau mengejek teman.
Biasanya anak yang memiliki fisik tertentu sering diejek dan diolok-olok oleh teman- temannya. Misalnya, anak yang bertubuh gemuk diolok-olok dengan sebutan si Gendut.
Yang juga sering diejek/diolok-olok ialah anak yang kurang terampil dalam bersosialisasi dengan teman-temannya. Misalnya, anak yang galak. "Teman-temannya jadi sebel sama dia, sehingga akhirnya dia diolok-olok," terang Dra. Rosemini A. Prianto, MPsi. yang akrab disapa Romy.
Bisa juga karena anak tak punya sopan santun, tambah staf PD IV Sub. Bidang Pengembangan Fakultas Psikologi UI ini. Misalnya, kalau mengambil sesuatu dia langsung main ambil saja tanpa minta izin lebih dulu pada yang empunya. "Kalau itu dilakukan di lingkungan keluarga sebetulnya, sih, nggak masalah. Tapi begitu ia masuk ke dalam satu lingkungan lain, maka akibatnya akan banyak. Teman-temannya enggak akan toleran."
Faktor lain yang menyebabkan anak diejek/diolok-olok teman berasal dari luar diri anak. "Biasanya anak-anak kecil itu, kan, suka nge-geng. Kalau yang satu pakai sesuatu, maka yang lain juga harus pakai. Nah, anak yang tak bisa memenuhi apa yang diharapkan oleh lingkungannya ini akan menjadi terpencil. Dia nggak diajak main oleh teman-temannya itu," tutur Romy. Faktor dari luar ini, menurutnya, lebih susah diubah ketimbang yang dari dalam. "Apalagi kalau penyebabnya adalah faktor sosial-ekonomi."
POLA ASUH
Sebaliknya, pada anak yang suka mengejek/mengolok-olok, "bisa terjadi karena modeling dari melihat lingkungan," ujar Romy. Misalnya, anak mengolok-olok temannya, kemudian lingkungan di sekitarnya tertawa karenanya. "Ini akan jadi reward bagi anak, sehingga makin lama anak akan makin sering melakukannya untuk mendapatkan tertawa orang," jelasnya. Bisa juga anak mencontoh dari TV atau film. Misalnya, adegan orang mengolok-olok yang membuat anak terkesan dan merasa, "Oh, kalau mengolok-olok seperti itu, ora
Penyebab lain adalah pola asuh orang tua. Anak yang diperlakukan secara keras dan dengan kata-kata yang pedas, maka akan juga berlaku serupa kepada yang lebih lemah semisal adik atau temannya yang lebih kecil. "Anak yang sulit untuk mengatakan tidak, misalnya, itu bisa karena orang tuanya terlalu otoriter atau terlalu keras sehingga anak tak punya kesempatan untuk berbicara." Padahal, anak juga memiliki kebutuhan berbicara untuk mengekspresikan dirinya. "Kalau anak diam saja di rumah, bukan berarti dia men
Selain itu, anak juga akan cenderung untuk selalu mencoba apa yang dilakukan orang tuanya. "Entah dia akan berhenti atau tidak dalam mencoba, tergantung anaknya. Tetapi mencoba adalah kemungkinan terbesar yang akan dilakukan anak," kata Romy. Mungkin juga, lanjutnya, orang tua tak secara langsung menjadi model bagi anak, sehingga anak akhirnya terbiasa mengolok-olok.
AJARKAN MENOLAK EJEKAN
Tentu, anak akan terkena dampak akibat diejek/diolok-olok. Anak jadi tak bisa bergaul, cuma punya sedikit teman. Anak juga cenderung akan bermain sendiri. Akibatnya, lama-kelamaan akan berpengaruh pada kepercayaan diri dan konsep dirinya. "Anak akan merasa, kok, teman-teman enggak suka sama aku, sih," kata Romy. Apalagi jika lingkungan di sekitarnya juga sering memberi label kepadanya. Misalnya, si Gendut, si Galak, dan sebagainya. Hal ini akan membekas di hati anak.
Nah, agar hal tersebut tak terjadi pada anak, menurut Romy, orang tua harus membekali anak dengan kemampuan bersosialisasi yang baik. Tak peduli apakah si anak bertubuh gemuk, jelek atau cantik. Terlebih lagi bila si anak memang kurang memiliki keterampilan bersosialisasi. Karena tak jarang terjadi, anak yang cantik bak primadona di rumah, tapi begitu masuk ke lingkungan baru, dia tak bisa survive . Pasalnya, apa yang dia lakukan di rumah diterapkan juga di lingkungan teman-temannya. Misalnya, kalau di rum
Jadi, tandas Romy, orang tua jangan menganggap bahwa kemampuan bersosialisasi anak akan berkembang begitu saja, tapi harus dilatih. Orang tua juga harus menjaga agar anaknya enggak kebablasan menjadi bahan olok-olok. "Ada, kan, anak yang dijadikan pecundang oleh teman-temannya. Disuruh-suruh mau, dikerjain oleh teman-temannya diam saja. Ini karena anak tak berani bilang tidak. Anak tak bisa defense , sehingga tak bisa survive . Setiap kali bertemu masalah, selalu memanggil Mama atau Papanya," papar Romy.
Dalam menanggapi ejekan/olok-olok sang teman, anak juga perlu diajarkan untuk menolaknya. Tapi bukan berarti membuat anak menjadi galak atau melawan, melainkan dibekali skill atau kemampuan agar dia bisa survive kalau diolok-olok/ diejek. "Kalau anak bisa memberikan jawaban atas olok-olok yang datang padanya, maka lama-lama yang mengolok-olok pun akan bosan," ujar Romy. Sebab, terangnya, reward untuk orang yang mengolok-olok adalah kalau orang yang diolok-olok itu takut, menangis atau mengadu. "Tapi kal
ANAK HARUS DITEGUR
Anak yang suka mengejek/mengolok-olok juga akan terkena dampaknya. Dia bisa tak punya teman. "Semakin besar, teman-temannya tentu akan melihat dan takut akan diejek atau diolok-olok kalau bermain dengannya," tutur Romy.
Dampak lainnya, si pengejek juga tak bisa bersosialisasi. "Anak seperti ini tak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan diri dengan cara lain selain mengolok-olok." Misalnya, untuk mengekspresikan rasa marah, anak hanya bisa melakukannya dengan omong kasar. "Padahal, kan, ada cara lain. Dia bisa mengungkapkan rasa marah atau tak senangnya dengan membicarakannya."
Untuk mengatasinya, orang tua juga harus memberikan pengajaran cara bersosialisasi, sama halnya dengan anak yang menjadi "korban" ejekan/olok-olok. "Semua sudah diberi oleh Allah, kok. Tetapi, apakah itu akan berkembang atau tidak, sangat tergantung dari bagaimana kita mengajar, merangsang, dan memotivasinya untuk bisa keluar." Misalnya, setiap anak punya potensi untuk ramah. Tapi kalau di rumahnya enggak ada orang yang ramah, ya, anak enggak bakal jadi ramah.
Yang susah, lanjut Romy, anaknya mau dibenerin tapi orang tuanya justru enggak mau bener. "Jadi, perangkatnya ada tapi enggak tahu bagaimana cara memakainya." Padahal, anak itu, kan, belum tahu apa akibatnya jika ia mengejek/mengolok-olok teman. "Di usia ini anak masih bersifat konkret operasional. Bukan berarti dia harus dijatuhkan dulu untuk bisa merasakan sakit, tapi setiap kali kita mesti menerangkan sedemikian dan sesederhana mungkin supaya anak tahu bahwa yang dia lakukan itu menyakitkan orang lain.
Jadi, tandas Romy, yang pertama-tama harus dilakukan orang tua adalah jangan memberi reward setiap kali anak mengejek/mengolok-olok. "Kalau kita selalu mengingatkan anak setiap kali ia mengolok-olok, maka anak akan tahu bahwa apa yang dia omongkan itu tak benar." Kemudian, pada saat anak mengejek/mengolok-olok temannya, orang tua sebaiknya memperhatikan si "korban" lebih dulu. Setelah itu barulah si anak ditegur.
Namun dalam menegur, Romy wanti-wanti berpesan, jangan dilakukan pada saat anak tengah mengejek/mengolok-olok temannya. Karena mengejek/mengolok-olok bisa juga dilakukan anak untuk mencari perhatian. Jadi, kalau dia ditegur ketika tengah mengejek, berarti keinginannya untuk diperhatikan akan kesampaian. Sehingga, bukannya dia berhenti mengejek, malah akan membuatnya semakin menjadi-jadi dengan tingkahnya itu. Oleh karena itu, anjur Romy, "setelah anak berhenti mengolok-olok barulah kita masukkan situasi at
Kita juga bisa memasukkan nilai-nilai lewat dongeng. Misalnya, "Tangan tadi ngapain ? Mukul, ya. Aduh, kok, mukul , sih. Kan, sakit. Mulut tadi ngapain , sayang? Mengejek adik, ya? Aduh, kok, nakal, sih." Lama-lama anak pun akan tahu bahwa mengejek atau mengolok-olok itu tak boleh.
Yang penting diingat, pesan Romy, orang tua juga harus benar-benar melakukan apa yang diajarkannya kepada anak. Jangan sampai anak diajarkan tak boleh mengolok-olok tapi orang tua sendiri malah mengolok-olok, misalnya, kepada pembantu. Anak pasti akan membandingkan, "Lo, kok, Mama ngomong nya begitu, sih, sama Mbak?" Nah, lo!
TEKANKAN PADA REWARD
Tak jarang terjadi, orang tua malah menghukum anaknya yang suka mengejek dengan melarangnya bergaul. Hal yang sama juga dilakukan oleh orang tua yang anaknya diejek, tapi bukan sebagai hukuman melainkan untuk melindungi anaknya agar tak selalu diejek. Cara demikian, menurut Romy, tidaklah tepat. "Justru kalau anak tak diperbolehkan bergaul, proses sosialisasinya jadi semakin jelek."
Yang terbaik, kata Romy, kita coba "mengabaikan" atau pura-pura tak tahu dengan tingkahnya mengejek/mengolok-olok dan lebih memberi penekanan pada reward atas perilaku baiknya. Misalnya, pada saat anak berbicara sopan kepada adik atau temannya, berilah reward dengan mengatakan, "Nah, begitu kalau ngomong sama adik, ya." Tapi jangan lantas orang tua membuat anak menjadi seperti kristal. "Di rumah dia enggak boleh dimarahin, enggak boleh dikerasin. Begitu masuk ke lingkungan baru, kesenggol temannya saja
Kemudian dalam hal sosialisasi, Romy kembali menegaskan, "orang tua sebaiknya jangan take it for granted . Sosialisasi itu harus diajarkan." Dengan demikian, kemampuan sosialisasi anak akan berkembang baik. Anak akan jadi luwes dalam bergaul. Selain itu, "orang tua juga harus memberi contoh." Misalnya, kalau bertemu orang menyapa, "Apa kabar?" Hal-hal demikian, menurut Romy, kalau tak diajarkan pada anak maka anak tak akan tahu.
Selanjutnya, bila sampai terjadi anak mengejek/mengolok-olok, maka yang pertama harus dilihat orang tua ialah lingkungan rumah, "Apa, sih, yang terjadi di rumah?" Karena rumah, terang Romy, adalah lingkungan yang paling dekat. Setelah itu, barulah kita mencoba mengubah anak.
Hasto Prianggoro
Kamis, 05 Agustus 2010
Situs Lokal Indonesia yang Sering Dikunjungi
Situs Lokal Indonesia yang Sering Dikunjungi
Oleh Nanang | Minggu, Maret 21, 2010 | Indonesia, internet | 5 Komentar »
Pengguna internet di indonesia makin berkembang secara signifikan, hal tersebut mendorong berkembangnya konten lokal. Menurut survei yang dilakukan Masyarakat Internet Indonesia (Master), ada 10 situs lokal yang sering dikunjungi netters tanah air.
Lembaga yang baru didirikan itu, tepatnya pada Februari 2010, menyebutkan 10 situs lokal yang paling sering diakses oleh 1.000 koresponden yang ditanyai, adalah Detikcom, Kompas.com, Kaskus, KlikBCA, Okezone, Vivanews, Kapanlagi, Bankmandiri, Games.co.id, dan Inilah.com.
Peringkat pertama Detikcom, yang menguasai 18 persen. Jika semakin dikerucutkan, ada tiga situs berita online yang menembus tiga besar, yaitu Detikcom, Kompas.com, dan Okezone.
Menurut keterangan resmi Masyarakat Internet Indonesia, Rabu (17/3/2010), kendati situs berita online menguasai daftar 10 besar situs lokal yang paling sering diakses, namun hanya 15 persen yang memanfaatkan internet untuk membaca informasi. Pemanfaatan paling besar lebih banyak dilakukan untuk melakukan pertemanan dengan tingkat presentase sebesar 15 persen.
Sedangkan sisanya, aktivitas internet lebih sering dilakukan netters Indonesia untuk nge-blog 14 persen, baca berita 15 persen, mencari informasi 27 persen, dan chatting sebanyak 13 persen.
Berikut daftar 10 situs lokal menurut hasil survei Master,
1. Detikcom
2. Kompas.com
3. Kaskus
4. KlikBCA
5. Okezone
6. Vivanews
7. Kapanlagi
8. Bankmandiri
9. Games.co.id
10. Inilah.com (srn)
Sumber: Techno Okezone
Oleh Nanang | Minggu, Maret 21, 2010 | Indonesia, internet | 5 Komentar »
Pengguna internet di indonesia makin berkembang secara signifikan, hal tersebut mendorong berkembangnya konten lokal. Menurut survei yang dilakukan Masyarakat Internet Indonesia (Master), ada 10 situs lokal yang sering dikunjungi netters tanah air.
Lembaga yang baru didirikan itu, tepatnya pada Februari 2010, menyebutkan 10 situs lokal yang paling sering diakses oleh 1.000 koresponden yang ditanyai, adalah Detikcom, Kompas.com, Kaskus, KlikBCA, Okezone, Vivanews, Kapanlagi, Bankmandiri, Games.co.id, dan Inilah.com.
Peringkat pertama Detikcom, yang menguasai 18 persen. Jika semakin dikerucutkan, ada tiga situs berita online yang menembus tiga besar, yaitu Detikcom, Kompas.com, dan Okezone.
Menurut keterangan resmi Masyarakat Internet Indonesia, Rabu (17/3/2010), kendati situs berita online menguasai daftar 10 besar situs lokal yang paling sering diakses, namun hanya 15 persen yang memanfaatkan internet untuk membaca informasi. Pemanfaatan paling besar lebih banyak dilakukan untuk melakukan pertemanan dengan tingkat presentase sebesar 15 persen.
Sedangkan sisanya, aktivitas internet lebih sering dilakukan netters Indonesia untuk nge-blog 14 persen, baca berita 15 persen, mencari informasi 27 persen, dan chatting sebanyak 13 persen.
Berikut daftar 10 situs lokal menurut hasil survei Master,
1. Detikcom
2. Kompas.com
3. Kaskus
4. KlikBCA
5. Okezone
6. Vivanews
7. Kapanlagi
8. Bankmandiri
9. Games.co.id
10. Inilah.com (srn)
Sumber: Techno Okezone
Senin, 02 Agustus 2010
Menemukenali Disleksia Sejak Dini

Menemukenali Disleksia Sejak Dini
Selasa, 3 Agustus 2010 | 09:52 WIB
M.LATIEF/KOMPAS.COM
Ilustrasi: Anak-anak disleksia bisa masuk sekolah umum dan tidak perlu ke sekolah luar biasa (SLB). Hanya saja, butuh penanganan khusus seperti pendekatan khusus dari guru kepada anak.
http://health.kompas.com/index.php/read/2010/08/03/09521420/Menemukenali.Disleksia.Sejak.Dini-4
* Apa Itu Disleksia?
* Masuk SLB, Anak Disleksia Bisa Syok!
* Disleksia Ada Kaitan dengan Gen
* Disleksia Bukan Masalah
* Menyikapi Disleksia
“Sering kali orangtua terlambat membaca tanda-tanda anaknya yang memiliki potensi mengalami disleksia. Padahal, kalau terdeteksi sejak dini, bisa segera ditangani. Tak jarang orangtua justru denial (menolak) ketika mendapati sesuatu yang aneh pada anaknya”. (Lia, orangtua yang memiliki anak penyandang disleksia)
KOMPAS.com ù Anak sulung Lia, Daka, menjadi penyandang disleksia. Ia mengaku cukup terlambat membaca tanda-tanda yang mengikuti perkembangan anaknya. Lia mengaku, ia baru mengetahui kejanggalan pada anaknya saat duduk dia kelas I SD. Saat itu, Daka masih bersekolah di sekolah umum. Namun, ia tergolong telat memiliki kemampuan membaca dan mengalami hambatan dalam berkonsentrasi. Setelah menangkap kejanggalan, ia kemudian membawa anaknya ke seorang psikolog dan menyekolahkan Daka ke sekolah yang khusus menan
“Karena anak saya tidak bisa mengikuti dan gurunya juga tidak mau mengerti bahwa anak saya berkebutuhan khusus, akhirnya saya tarik dari SD umum. Selama sebulan, saya ikut terapi terus-menerus sebelum akhirnya masuk ke SD Pantara ini,” kisah Lia, kepada Kompas.com, di SD Pantara, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2010).
Di SD Pantara, perlahan Daka mulai mengalami perkembangan. Sebenarnya, menurut Lia, ada sejumlah tanda atau gejala yang bisa dikenali orangtua sejak dini. Terkadang, tanda-tanda ini dianggap biasa saja oleh orangtua sehingga penanganan anak disamakan dengan anak pada umumnya. Lia sendiri, belakangan baru mengetahuinya. Ia mencontohkan, Daka tidak pernah menangis jika terjatuh, bahkan ketika kepalanya benjut karena terkena sudut lemari. Ternyata, rasa sakit yang tidak dirasakan Daka merupakan pertanda bahwa
“Pernah ketika kecil, dia jatuh terkena sudut lemari, padahal benjol besar. Tapi enggak nangis sama sekali. Saya menganggapnya biasa dan justru senang anak laki-laki tidak cengeng. Tapi justru itulah tanda kalau sebenarnya, ada syaraf yang tidak klik seperti orang normal sehingga dia bisa merespons rasa sakit,” kata Lia.
Tanda lainnya, anaknya tergolong lambat berbicara. Daka termasuk penyandang disleksia yang diikuti hambatan berkonsentrasi. Ia mengalami kesulitan dalam mengolah kata menjadi kalimat.
Bagaimana mengenali disleksia?
Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia, dr Purboyo Solek, Sp A (K) mengatakan, terlambat mengenali tanda-tanda disleksia pada anak berakibat pada pelabelan yang melekat pada si anak. Bagi guru atau orang yang tidak mengetahui mengenai disleksia, mereka akan memberi cap kepada anak tersebut sebagai anak yang bodoh. Padahal, penyandang disleksia inteligen dalam tingkat yang normal atau bahkan di atas normal. Mereka hanya mengalami kesulitan berbahasa, baik itu menulis, mengeja, membaca, ma
“Kalau terlambat, anak akan terlanjur dilabeli sebagai anak bodoh. Kalau ini terus terjadi, akan menyebabkan si anak putus asa. Akibatnya, dia tidak bisa tampil dengan IQ normalnya,” terang Purboyo.
Ia memaparkan, penyandang disleksia mengalami kesulitan belajar spesifik meski memiliki tingkat kecerdasan normal atau di atas rata-rata. “Kalau IQ di bawah normal, dia bukan disleksia. Mengetahui IQ ini penting karena akan membedakan treatment,” ujarnya.
Ia mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua, di antaranya menyingkirkan adanya kelainan-kelainan perkembangan dan saraf anak, menentukan kemampuan potensi akademik pada anak yang kita duga sebagai anak disleksia, dan memerhatikan ada atau tidaknya gangguan perilaku pada anak tersebut.
Panduan berikut ini mungkin akan memudahkan bagi para orangtua dan guru dalam membaca perkembangan anak dan melakukan deteksi dini atas tanda-tanda disleksia:
1. Kesulitan mengenali huruf atau mengejanya
2. Kesulitan membuat pekerjaan tertulis secara terstruktur misalnya esai
3. Huruf tertukar tukar, misal ’b’ tertukar ’d’, ’p’ tertukar ’q’, ’m’ tertukar ’w’, dan ’s’ tertukar ’z’
4. Daya ingat jangka pendek yang buruk
5. Kesulitan memahami kalimat yang dibaca ataupun yang didengar
6. Tulisan tangan yang buruk
7. Mengalami kesulitan mempelajari tulisan sambung
8. Ketika mendengarkan sesuatu, rentang perhatiannya pendek
9. Kesulitan dalam mengingat kata-kata
10. Kesulitan dalam diskriminasi visual
11. Kesulitan dalam persepsi spatial
12. Kesulitan mengingat nama-nama
13. Kesulitan/lambat mengerjakan PR
14. Kesulitan memahami konsep waktu
15. Kesulitan membedakan huruf vokal dengan konsonan
16. Kebingungan atas konsep alfabet dan simbol
17. Kesulitan mengingat rutinitas aktivitas sehari-hari
18. Kesulitan membedakan kanan-kiri
19. Membaca lambat lambat dan terputus-putus serta tidak tepat misalnya
o Menghilangkan atau salah baca kata penghubung (“di”, “ke”, “pada”).
o Mengabaikan kata awalan pada waktu membaca (”menulis” dibaca sebagai ”tulis”)
o Tidak dapat membaca ataupun membunyikan perkataan yang tidak pernah dijumpai
o Tertukar-tukar kata (misalnya: dia-ada, sama-masa, lagu-gula, batu-buta, tanam-taman, dapat-padat, mana-nama)
Masuk SLB, Anak Disleksia Bisa Syok!
Masuk SLB, Anak Disleksia Bisa Syok!
Senin, 2 Agustus 2010 | 16:27 WIB
SHUTTERSTOCK
Dalam pendidikan, anak disleksia adalah anak yang normal. Yang membedakan, hanya cara belajarnya.
http://health.kompas.com/read/2010/08/02/16273076/Masuk.SLB..Anak.Disleksia.Bisa.Syok.
* Anak Disleksia Bisa Masuk Sekolah Umum
* Pemerintah Perlu Ikut Tangani Disleksia
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orangtua kurang mengerti akan keadaan anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti disleksia. Tak heran bila banyak orangtua cenderung menempatkan anaknya yang mengidap disleksia di sekolah luar biasa (SLB), karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum. Padahal, tindakan tersebut dapat mengakibatkan anak menjadi syok.
Anak disleksia rentan stres karena kegagalan akademik. Kemudian, jika dimasukkan SLB, mereka akan berpikir bahwa dirinya stupid betul.
--VITRIANI SUMARLIS
Anak disleksia tidak cocok masuk SLB," ungkap Vitriani Sumarlis, Wakil Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia, di sela acara Dyslexia Awarness di Jakarta, Minggu (2/11/2010).
Disleksia merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar spesifik pada anak, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, dan berhitung. Walau demikian, mereka memiliki tingkat kecerdasan setingkat dengan anak-anak normal, bahkan bisa melebihinya, sehingga mereka pun bisa diterima di sekolah umum.
Menurut Vitri, SLB lebih tepat untuk anak berkebutuhan khusus lainnya seperti tuna grahita atau tuna rungu. Sekolah tersebut, lanjut dia, menampung anak-anak dengan kecerdasan di bawah normal atau IQ di bawah 62, sementara anak disleksia memiliki IQ rata-rata 90 hingga 110.
Anak disleksia masih memiliki penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Maka, bila orangtua tetap memaksakan anak disleksia masuk SLB, kata Vitriani, akan membuat mereka menjadi syok.
Anak disleksia rentan stres karena kegagalan akademik. Kemudian, jika dimasukkan ke SLB, justru mereka akan berpikir bahwa dirinya stupid betul. Yang ada, mereka malah tambah tidak percaya diri, kok, saya disamakan dengan anak SLB. Mereka akan syok dan merasa semakin tidak berarti bila dibandingkan dengan teman-temannya," kata Vitri.
Karena itu sebaiknya anak disleksia dimasukkan ke sekolah inklusi atau khusus, karena tujuan memasukkan ke sekolah tersebut untuk belajar bersosialisasi," tambah Vitri.
Menurutnya, selama ini orang sering salah persepsi. Anak disleksia itu adalah anak yang normal. Yang membedakan, kata Vitri, hanya cara belajarnya.
Pada sekolah khusus, ungkap Vitri, ukurannya lebih kecil. Satu kelas maksimal 10 anak dengan dua orang guru, sehingga pendekatan terhadap anak dileksia lebih personal.
Secara kurikulum, perlakuan terhadap anak disleksia juga sama dengan anak-anak normal. Bahkan, mereka juga bisa mengikuti ujian nasional (UN).
Hanya, bedanya, anak normal mengerjakan soal dalam waktu setengah jam, sementara anak berkebutuhan khusus perlu waktu 45 menit sampai 1 jam," papar Vitri.
Senin, 2 Agustus 2010 | 16:27 WIB
SHUTTERSTOCK
Dalam pendidikan, anak disleksia adalah anak yang normal. Yang membedakan, hanya cara belajarnya.
http://health.kompas.com/read/2010/08/02/16273076/Masuk.SLB..Anak.Disleksia.Bisa.Syok.
* Anak Disleksia Bisa Masuk Sekolah Umum
* Pemerintah Perlu Ikut Tangani Disleksia
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orangtua kurang mengerti akan keadaan anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti disleksia. Tak heran bila banyak orangtua cenderung menempatkan anaknya yang mengidap disleksia di sekolah luar biasa (SLB), karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum. Padahal, tindakan tersebut dapat mengakibatkan anak menjadi syok.
Anak disleksia rentan stres karena kegagalan akademik. Kemudian, jika dimasukkan SLB, mereka akan berpikir bahwa dirinya stupid betul.
--VITRIANI SUMARLIS
Anak disleksia tidak cocok masuk SLB," ungkap Vitriani Sumarlis, Wakil Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia, di sela acara Dyslexia Awarness di Jakarta, Minggu (2/11/2010).
Disleksia merupakan salah satu bentuk kesulitan belajar spesifik pada anak, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, dan berhitung. Walau demikian, mereka memiliki tingkat kecerdasan setingkat dengan anak-anak normal, bahkan bisa melebihinya, sehingga mereka pun bisa diterima di sekolah umum.
Menurut Vitri, SLB lebih tepat untuk anak berkebutuhan khusus lainnya seperti tuna grahita atau tuna rungu. Sekolah tersebut, lanjut dia, menampung anak-anak dengan kecerdasan di bawah normal atau IQ di bawah 62, sementara anak disleksia memiliki IQ rata-rata 90 hingga 110.
Anak disleksia masih memiliki penalaran yang baik, logika baik, serta kemampuan analisis yang baik. Maka, bila orangtua tetap memaksakan anak disleksia masuk SLB, kata Vitriani, akan membuat mereka menjadi syok.
Anak disleksia rentan stres karena kegagalan akademik. Kemudian, jika dimasukkan ke SLB, justru mereka akan berpikir bahwa dirinya stupid betul. Yang ada, mereka malah tambah tidak percaya diri, kok, saya disamakan dengan anak SLB. Mereka akan syok dan merasa semakin tidak berarti bila dibandingkan dengan teman-temannya," kata Vitri.
Karena itu sebaiknya anak disleksia dimasukkan ke sekolah inklusi atau khusus, karena tujuan memasukkan ke sekolah tersebut untuk belajar bersosialisasi," tambah Vitri.
Menurutnya, selama ini orang sering salah persepsi. Anak disleksia itu adalah anak yang normal. Yang membedakan, kata Vitri, hanya cara belajarnya.
Pada sekolah khusus, ungkap Vitri, ukurannya lebih kecil. Satu kelas maksimal 10 anak dengan dua orang guru, sehingga pendekatan terhadap anak dileksia lebih personal.
Secara kurikulum, perlakuan terhadap anak disleksia juga sama dengan anak-anak normal. Bahkan, mereka juga bisa mengikuti ujian nasional (UN).
Hanya, bedanya, anak normal mengerjakan soal dalam waktu setengah jam, sementara anak berkebutuhan khusus perlu waktu 45 menit sampai 1 jam," papar Vitri.
Kamis, 22 Juli 2010
Solusi Hadapi Anak yang Sering Bicara Kasar
Solusi Hadapi Anak yang Sering Bicara Kasar
http://kosmo.vivanews.com/news/read/166060-solusi-hadapi-anak-yang-sering-bicara-kasar
VIVAnews- Balita merupakan usia emas seorang anak. Pada usia ini, si kecil mudah menyerap informasi, karena kemampuan belajar dan daya tangkapnya yang masih sensitif.
Akibatnya, jika si kecil mendengar hal positif maupun negatif, dia akan mudah menirunya. Yang jadi masalah, bagaimana bila buah hati jadi sering berkata kasar atau mengumpat?
Berikut ini beberapa tips untuk ibu cara menangani balita yang mulai sering mengumpat:
1. Jauhkan anak dari aktivitasnya saat ia mengumpat. Misalnya, ketika sang anak sedang bermain sendiri atau bersama teman-temannya. Ibu perlu perhatian penuh pada si kecil tanpa memberi kesan menghakimi di depan publik bahwa sang anak melakukan kesalahan.
2. Mintalah anak untuk mengulangi kata-kata (umpatan) yang diucapkannya dalam bentuk kalimat tanya, sehingga ibu bisa mendengar dengan jelas kata yang dimaksud. Bisa jadi, kata-kata itu bukan umpatan namun hanya terdengar seperti mengumpat. Jika ini terjadi, jangan lakukan apa-apa, apalagi berkata “Ooh, Mama kira ade bicara...,” karena hal itu bisa mengenalkan anak kepada kata umpatan tersebut.
3.Jika anak benar-benar mengumpat atau berkata kasar, jangan memarahi dan berteriak kepadanya. Tidak perlu memberi hukuman karena kata umpatan itu merupakan kali pertama sang anak dan ibu harus mampu menanganinya dengan baik.
4. Genggam tangan sang anak, tatap matanya, dan katakan dengan suara lembut bahwa kata yang diucapkannya bukan kata yang baik dan tidak pantas diucapkan di rumah. Ingatlah untuk selalu menggunakan nada bicara yang bersahabat tanpa menunjukkan kemarahan.
5. Saat si kecil mengerti bahwa yang diucapkannya salah, beri anak pelukan dan katakan, itu bukan kesalahannya karena ia tidak tahu bahwa mengumpat adalah sesuatu yang buruk. Kemudian, biarkan anak kembali pada aktivitasnya.
6. Jika umpatan ini adalah kali kedua, katakan kepada anak dengan nada suara agak tegas, bahwa ia tidak boleh menggunakan kata itu di dalam rumah. Katakan, jika si anak mengulanginya lagi maka ibu akan memberi hukuman karena kalimat itu tidak pantas diucapkan.
7. Jika umpatan terjadi selama tiga kali, ibu harus melakukan aksi yang lebih keras dan disiplin karena anak sudah mengetahui buruknya kata mengumpat, namun tetap melakukannya. Jangan mengurungkan pemberian hukuman. Bersikap tegas dan hentikan umpatan tersebut sebelum menjadi kebiasaan buruk bagi anak.
http://kosmo.vivanews.com/news/read/166060-solusi-hadapi-anak-yang-sering-bicara-kasar
VIVAnews- Balita merupakan usia emas seorang anak. Pada usia ini, si kecil mudah menyerap informasi, karena kemampuan belajar dan daya tangkapnya yang masih sensitif.
Akibatnya, jika si kecil mendengar hal positif maupun negatif, dia akan mudah menirunya. Yang jadi masalah, bagaimana bila buah hati jadi sering berkata kasar atau mengumpat?
Berikut ini beberapa tips untuk ibu cara menangani balita yang mulai sering mengumpat:
1. Jauhkan anak dari aktivitasnya saat ia mengumpat. Misalnya, ketika sang anak sedang bermain sendiri atau bersama teman-temannya. Ibu perlu perhatian penuh pada si kecil tanpa memberi kesan menghakimi di depan publik bahwa sang anak melakukan kesalahan.
2. Mintalah anak untuk mengulangi kata-kata (umpatan) yang diucapkannya dalam bentuk kalimat tanya, sehingga ibu bisa mendengar dengan jelas kata yang dimaksud. Bisa jadi, kata-kata itu bukan umpatan namun hanya terdengar seperti mengumpat. Jika ini terjadi, jangan lakukan apa-apa, apalagi berkata “Ooh, Mama kira ade bicara...,” karena hal itu bisa mengenalkan anak kepada kata umpatan tersebut.
3.Jika anak benar-benar mengumpat atau berkata kasar, jangan memarahi dan berteriak kepadanya. Tidak perlu memberi hukuman karena kata umpatan itu merupakan kali pertama sang anak dan ibu harus mampu menanganinya dengan baik.
4. Genggam tangan sang anak, tatap matanya, dan katakan dengan suara lembut bahwa kata yang diucapkannya bukan kata yang baik dan tidak pantas diucapkan di rumah. Ingatlah untuk selalu menggunakan nada bicara yang bersahabat tanpa menunjukkan kemarahan.
5. Saat si kecil mengerti bahwa yang diucapkannya salah, beri anak pelukan dan katakan, itu bukan kesalahannya karena ia tidak tahu bahwa mengumpat adalah sesuatu yang buruk. Kemudian, biarkan anak kembali pada aktivitasnya.
6. Jika umpatan ini adalah kali kedua, katakan kepada anak dengan nada suara agak tegas, bahwa ia tidak boleh menggunakan kata itu di dalam rumah. Katakan, jika si anak mengulanginya lagi maka ibu akan memberi hukuman karena kalimat itu tidak pantas diucapkan.
7. Jika umpatan terjadi selama tiga kali, ibu harus melakukan aksi yang lebih keras dan disiplin karena anak sudah mengetahui buruknya kata mengumpat, namun tetap melakukannya. Jangan mengurungkan pemberian hukuman. Bersikap tegas dan hentikan umpatan tersebut sebelum menjadi kebiasaan buruk bagi anak.
tips-meringankan-gejala-batuk-pilek-kayu-manis-cina-yang-menenangkan/
http://ruly.blogdetik.com/2009/01/05/tips-meringankan-gejala-batuk-pilek-kayu-manis-cina-yang-menenangkan/
5th Januari 2009
tips meringankan gejala batuk pilek “kayu manis cina yang menenangkan”
posted in tips kesehatan (Ina) |
kayu manis cina yang menenangkan
Akar kayu manis cina berkhasiat menyejukkan dan menenangkan membran lendir. Khasiat anti-sesak dan ekspektorannya dapat membuka saluran pernapasan dan mengeluarkan dahak.
Pada masa Yunani kuno, kayu manis cina atau yang dikenal juga dengan nama liquorice digunakan untuk mengobati asma, masalah paru-paru, dan sakit mulut (sering merupakan tanda kelelahan). Rempah ini mengandung zat yang 50 kali lebih manis dibandingkan gula, sehingga menstimulasi kelenjar adrenalin dan mendorong tubuh untuk memproduksi sendiri enzim hidrokortison. Dalam ilmu pengobatan modern, hidrokortison adalah obat penting yang digunakan untuk mengatasi kondisi pembengkakan berat, termasuk masalah paru-p
teh obat batuk kayu manis cina
Akar kayu manis cina kering biasanya dapat dibeli di toko kesehatan. Akar ini bisa direbus dengan perbandingan 115 g akar kering dengan 600 ml atau 21/2 cangkir air untuk membuat teh yang menenangkan. Untuk mengganti akar kayu manis cina kering, rendamlah beberapa batang liquorice hitam yang belum diberi pemanis dalam air mendidih dan biarkan larut dalam air. Larutan ini dapat menjadi ekstrak yang kuat dan bisa digunakan untuk mengatasi batuk yang membandel.
Akar tanaman kayu manis cina yang dikeringkan dan berbentuk kayu jarang digunakan dalam masakan. Akan tetapi, penggunaannya dalam pengobatan sudah menjadi tradisi selama beribu-ribu tahun. Dalam obat-obatan Cina, rempah ini dikenal sebagai zat pembantu proses detoks yang sangat baik, karena dipercaya dapat
membersihkan sistem tubuh dari racun.
oleh : Raje Airey
5th Januari 2009
tips meringankan gejala batuk pilek “kayu manis cina yang menenangkan”
posted in tips kesehatan (Ina) |
kayu manis cina yang menenangkan
Akar kayu manis cina berkhasiat menyejukkan dan menenangkan membran lendir. Khasiat anti-sesak dan ekspektorannya dapat membuka saluran pernapasan dan mengeluarkan dahak.
Pada masa Yunani kuno, kayu manis cina atau yang dikenal juga dengan nama liquorice digunakan untuk mengobati asma, masalah paru-paru, dan sakit mulut (sering merupakan tanda kelelahan). Rempah ini mengandung zat yang 50 kali lebih manis dibandingkan gula, sehingga menstimulasi kelenjar adrenalin dan mendorong tubuh untuk memproduksi sendiri enzim hidrokortison. Dalam ilmu pengobatan modern, hidrokortison adalah obat penting yang digunakan untuk mengatasi kondisi pembengkakan berat, termasuk masalah paru-p
teh obat batuk kayu manis cina
Akar kayu manis cina kering biasanya dapat dibeli di toko kesehatan. Akar ini bisa direbus dengan perbandingan 115 g akar kering dengan 600 ml atau 21/2 cangkir air untuk membuat teh yang menenangkan. Untuk mengganti akar kayu manis cina kering, rendamlah beberapa batang liquorice hitam yang belum diberi pemanis dalam air mendidih dan biarkan larut dalam air. Larutan ini dapat menjadi ekstrak yang kuat dan bisa digunakan untuk mengatasi batuk yang membandel.
Akar tanaman kayu manis cina yang dikeringkan dan berbentuk kayu jarang digunakan dalam masakan. Akan tetapi, penggunaannya dalam pengobatan sudah menjadi tradisi selama beribu-ribu tahun. Dalam obat-obatan Cina, rempah ini dikenal sebagai zat pembantu proses detoks yang sangat baik, karena dipercaya dapat
membersihkan sistem tubuh dari racun.
oleh : Raje Airey
Rabu, 21 Juli 2010
Buah Sirsak Pembunuh Sel Kanker
Buah Sirsak Pembunuh Sel Kanker
http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/87094
Orang Inggris menamainya Soursop, buah dari pohon Graviola, yang kita
menyebutnya Sirsak, adalah bahan alami pembunuh sel kanker yang ajaib dengan
10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.
Tapi kenapa kita tidak mengetahui ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini
se-rapat2nya, mereka ingin agar dana besar riset yang dikeluarkan selama
bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah, dengan cara
membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual
kepasar Dunia.
Memprihatinkan sekali banyak orang meninggal dengan mengenaskan karena keganasan
kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar
menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.
Pohonnya rendah, di Brazil dinamai âœGraviolaâ, di Spanyol âœGuanabanaâ
bahasa Inggrisnya âœSoursopâ. Di Indonesia, ya buah Sirsak, buahnya agak
besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2
kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.
Khasiat sirsak adalah memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan
secara medis terbukti menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,
anti jamur fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan
tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf
yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi
orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.
Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh âœpohon
ajaibâ, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai
proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa
menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.
Riset membuktikan âœpohon ajaibâ dan buahnya ini bisa :
Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual,
berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan /penyem buhan.
Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat
terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak
tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.
Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang
berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan
Pankreas.
Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker
dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan
membunuh sel2 jahat dan Tidak membahayakan/ membunuh sel2 sehat!
Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon âœajaibâ ini, selama
bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya
adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang
memiliki uang dan kekuasaan!
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar
melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon
ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah
dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika
Selatan untuk menyembuhkan: sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan
rematik.
Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya
Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat
mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker
! Tetapi⦠kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat
DILARANG/TIDAK BISA DI-PATENT-KAN.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat
besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan
sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan
bahkan meraup keuntungan besar.Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak
bisa di-kloning.Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar
untuk Riset dan Aneka Test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan
riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini
dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat
kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah
perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk
pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita
keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan.
Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada
tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu
menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk
keperluan intern dan tidak dipublikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan
bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan,
menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung didalam Graviola, mampu
memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih
kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah:
Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan
sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo
yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi
(seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul
effek negative: rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh
sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya
berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan dipanen oleh orang2
pribumi Brazil, kini bisa diperoleh di Amerika.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara
memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers,
Safe as Motherâ™s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences
Institute.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut
menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.
Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang
anda kasihi.
AS rahasiakan obat kanker dari buah sirsak
Text Box: Sebuah penelitian di Purdue University membuktikan bahwa buah sirsak
mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat, pankreas,
dan paru-paru.
Beberapa waktu belakangan di beberapa milis kesehatan dan e-mail pribadi beredar
informasi tentang manfaat dan khasiat dari buah sirsak. Isi dari informasi itu
cukup membuat kehebohan dan kegembiraan untuk para penderita kanker.
Karena, berdasarkan data yang dilansir, khasiat dan manfaat dari buah yang di
Spanyol dikenal dengan nama graviola, atau dengan nama Inggris, soursop ini
banyak disembunyikan oleh perusahaan farmasi di AS.
Ya, berdasarkan data dan hasil penelitian, soursop atau sirsak diakui sebagai
pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada
terapi kemo. Lantas, kenapa informasi ini sampai terabaikan dan tidak
tersosialisasikan kepada publik?
Ini lebih disebabkan kepada kepentingan bisnis dunia farmasi agar dana riset
yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu
plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon graviola sintetis sebagai
bahan baku obat, lalu obatnya dijual ke pasar dunia.
Memprihatinkan memang mengingat banyak orang meninggal sia-sia dan mengenaskan,
karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet
miliaran dolar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak
memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis
menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri,
antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan
tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang
kurang baik.
Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku
Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit
kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi
suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung,
asma, masalah liver (hati) dan rematik.
Informasi manfaat dan khasiat sirsak tidak serta merta dapat beritahukan karena
ada ketentuan undang-undang federal, di mana di dalamnya dinyatakan sumber bahan
alami untuk obat dilarang atau tidak bisa dipatenkan sebelum ditemukan unsur
sintetisnya.
Sejak 1976, graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yang berbeda dan
dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan
bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan,
menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola,
mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali
lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah:
graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan
sel yang sehat tidak tersentuh atau terganggu.
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel
sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh
terapi kemo, sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel
kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya
ini bisa:
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual,
berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi pada terapi
kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang
berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan
pankreas.
5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel
kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan
membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
Kisah lengkap tentang graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara
memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers,
Safe as Motherâ™s milk, sebagai bonus terbitan Health Sciences Institute.
Khasiat buah sirsak (graviola) sebagai obat anti tumor/kanker yang sangat kuat
dan terbukti secara medis bisa menyembuhkan segala jenis kanker telah
menimbulkan kegemparan.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,
anti jamur (fungi), melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan
darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang
baik.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita
keajaiban buah sirsak, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat
mengejutkan. Graviola memang terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang
efektif. Kisah lengkap tentang keajaiban buah sirsak dapat dijumpai dalam Beyond
Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences
Institute.
Khasiat dan keajaiban buah sirsak sebenarnya sejak lama diketahui oleh para
peneliti di The National Cancer Institute (NCI). Maka itu, NCI memulai riset
ilmiahnya pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu buah
sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel berbahaya kanker. Sayangnya
hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.
Sejak 1976 itu, buah sirsak terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 laboratorium independen yang berbeda-beda.
Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan
penyakit kanker.
Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan, bisa denganmerebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna
hijau tua)ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguapdan air tinggal 1
gelas saja.
Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,bahkan lebih hebat lagi
karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormaldan membiarkan sel
sel yang tumbuh normal.
Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.
Demikian sekedar sharing,barangkali ada saudara atau teman yang membutuhkan
mungkin info ini bisa diteruskan dan mudah mudahan bermanfaat.
:::
Kbr Gembira & Sebuah Harapan Baru bagi semua Penderita Kanker/Tumor :
BARU INI HASIL PENELITIAN DI AMERIKA & JEPANG,
10 Lbr DAUN SIRSAK YG TUA DIREBUS DNG 3 GLS AIR, MENJADI 1 GLS, MINUM 2 X SETIAP
HARI, DPT MEMBUNUH SEL2 KANKER JAHAT DITUBUH PENDERITA, DAN TDK MERUSAK SEL2
LAINNYA, LEBIH HEBAT DARI KEMOTERAPI YG EFEKNYA DPT MERUSAK SELURUH SEL2 DITUBUH
PENDERITA"
‹Kbr Gembira & Sebuah Harapan Baru bagi semua Penderita Kanker/Tumor :
BARU INI HASIL PENELITIAN DI AMERIKA & JEPANG,
10 Lbr DAUN SIRSAK YG TUA DIREBUS DNG 3 GLS AIR, MENJADI 1 GLS, MINUM 2 X SETIAP
HARI, DPT MEMBUNUH SEL2 KANKER JAHAT DITUBUH PENDERITA, DAN TDK MERUSAK SEL2
LAINNYA, LEBIH HEBAT DARI KEMOTERAPI YG EFEKNYA DPT MERUSAK SELURUH SEL2 DITUBUH
PENDERITA
http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/87094
Orang Inggris menamainya Soursop, buah dari pohon Graviola, yang kita
menyebutnya Sirsak, adalah bahan alami pembunuh sel kanker yang ajaib dengan
10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.
Tapi kenapa kita tidak mengetahui ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini
se-rapat2nya, mereka ingin agar dana besar riset yang dikeluarkan selama
bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah, dengan cara
membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual
kepasar Dunia.
Memprihatinkan sekali banyak orang meninggal dengan mengenaskan karena keganasan
kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar
menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.
Pohonnya rendah, di Brazil dinamai âœGraviolaâ, di Spanyol âœGuanabanaâ
bahasa Inggrisnya âœSoursopâ. Di Indonesia, ya buah Sirsak, buahnya agak
besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2
kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.
Khasiat sirsak adalah memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan
secara medis terbukti menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,
anti jamur fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan
tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf
yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi
orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.
Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh âœpohon
ajaibâ, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai
proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa
menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.
Riset membuktikan âœpohon ajaibâ dan buahnya ini bisa :
Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual,
berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan /penyem buhan.
Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat
terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak
tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.
Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang
berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan
Pankreas.
Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker
dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan
membunuh sel2 jahat dan Tidak membahayakan/ membunuh sel2 sehat!
Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon âœajaibâ ini, selama
bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya
adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang
memiliki uang dan kekuasaan!
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar
melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon
ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah
dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika
Selatan untuk menyembuhkan: sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan
rematik.
Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya
Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat
mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker
! Tetapi⦠kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat
DILARANG/TIDAK BISA DI-PATENT-KAN.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat
besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan
sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan
bahkan meraup keuntungan besar.Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak
bisa di-kloning.Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar
untuk Riset dan Aneka Test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan
riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini
dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat
kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah
perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk
pembuatan obat.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita
keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan.
Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada
tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu
menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk
keperluan intern dan tidak dipublikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan
bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan,
menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung didalam Graviola, mampu
memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih
kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah:
Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan
sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo
yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi
(seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul
effek negative: rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh
sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya
berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.
Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan dipanen oleh orang2
pribumi Brazil, kini bisa diperoleh di Amerika.
Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara
memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers,
Safe as Motherâ™s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences
Institute.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut
menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.
Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang
anda kasihi.
AS rahasiakan obat kanker dari buah sirsak
Text Box: Sebuah penelitian di Purdue University membuktikan bahwa buah sirsak
mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat, pankreas,
dan paru-paru.
Beberapa waktu belakangan di beberapa milis kesehatan dan e-mail pribadi beredar
informasi tentang manfaat dan khasiat dari buah sirsak. Isi dari informasi itu
cukup membuat kehebohan dan kegembiraan untuk para penderita kanker.
Karena, berdasarkan data yang dilansir, khasiat dan manfaat dari buah yang di
Spanyol dikenal dengan nama graviola, atau dengan nama Inggris, soursop ini
banyak disembunyikan oleh perusahaan farmasi di AS.
Ya, berdasarkan data dan hasil penelitian, soursop atau sirsak diakui sebagai
pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada
terapi kemo. Lantas, kenapa informasi ini sampai terabaikan dan tidak
tersosialisasikan kepada publik?
Ini lebih disebabkan kepada kepentingan bisnis dunia farmasi agar dana riset
yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu
plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon graviola sintetis sebagai
bahan baku obat, lalu obatnya dijual ke pasar dunia.
Memprihatinkan memang mengingat banyak orang meninggal sia-sia dan mengenaskan,
karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet
miliaran dolar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak
memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis
menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri,
antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan
tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang
kurang baik.
Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku
Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit
kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi
suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung,
asma, masalah liver (hati) dan rematik.
Informasi manfaat dan khasiat sirsak tidak serta merta dapat beritahukan karena
ada ketentuan undang-undang federal, di mana di dalamnya dinyatakan sumber bahan
alami untuk obat dilarang atau tidak bisa dipatenkan sebelum ditemukan unsur
sintetisnya.
Sejak 1976, graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yang berbeda dan
dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan
bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan,
menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola,
mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali
lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah:
graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan
sel yang sehat tidak tersentuh atau terganggu.
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel
sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh
terapi kemo, sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel
kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya
ini bisa:
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual,
berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi pada terapi
kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang
berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan
pankreas.
5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel
kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan
membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
Kisah lengkap tentang graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara
memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers,
Safe as Motherâ™s milk, sebagai bonus terbitan Health Sciences Institute.
Khasiat buah sirsak (graviola) sebagai obat anti tumor/kanker yang sangat kuat
dan terbukti secara medis bisa menyembuhkan segala jenis kanker telah
menimbulkan kegemparan.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,
anti jamur (fungi), melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan
darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang
baik.
Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita
keajaiban buah sirsak, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat
mengejutkan. Graviola memang terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang
efektif. Kisah lengkap tentang keajaiban buah sirsak dapat dijumpai dalam Beyond
Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mothers Milk terbitan Health Sciences
Institute.
Khasiat dan keajaiban buah sirsak sebenarnya sejak lama diketahui oleh para
peneliti di The National Cancer Institute (NCI). Maka itu, NCI memulai riset
ilmiahnya pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu buah
sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel berbahaya kanker. Sayangnya
hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.
Sejak 1976 itu, buah sirsak terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa
pada uji coba yang dilakukan oleh 20 laboratorium independen yang berbeda-beda.
Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan
penyakit kanker.
Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan, bisa denganmerebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna
hijau tua)ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguapdan air tinggal 1
gelas saja.
Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,bahkan lebih hebat lagi
karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormaldan membiarkan sel
sel yang tumbuh normal.
Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.
Demikian sekedar sharing,barangkali ada saudara atau teman yang membutuhkan
mungkin info ini bisa diteruskan dan mudah mudahan bermanfaat.
:::
Kbr Gembira & Sebuah Harapan Baru bagi semua Penderita Kanker/Tumor :
BARU INI HASIL PENELITIAN DI AMERIKA & JEPANG,
10 Lbr DAUN SIRSAK YG TUA DIREBUS DNG 3 GLS AIR, MENJADI 1 GLS, MINUM 2 X SETIAP
HARI, DPT MEMBUNUH SEL2 KANKER JAHAT DITUBUH PENDERITA, DAN TDK MERUSAK SEL2
LAINNYA, LEBIH HEBAT DARI KEMOTERAPI YG EFEKNYA DPT MERUSAK SELURUH SEL2 DITUBUH
PENDERITA"
‹Kbr Gembira & Sebuah Harapan Baru bagi semua Penderita Kanker/Tumor :
BARU INI HASIL PENELITIAN DI AMERIKA & JEPANG,
10 Lbr DAUN SIRSAK YG TUA DIREBUS DNG 3 GLS AIR, MENJADI 1 GLS, MINUM 2 X SETIAP
HARI, DPT MEMBUNUH SEL2 KANKER JAHAT DITUBUH PENDERITA, DAN TDK MERUSAK SEL2
LAINNYA, LEBIH HEBAT DARI KEMOTERAPI YG EFEKNYA DPT MERUSAK SELURUH SEL2 DITUBUH
PENDERITA
Langganan:
Postingan (Atom)