environment

environment

Gg1

Kamis, 17 Juni 2010

60 Kepala Manusia Ditemukan di Bandara


60 Kepala Manusia Ditemukan di Bandara
Jum'at, 18 Juni 2010 - 10:47 wib
http://international.okezone.com/read/2010/06/18/214/344198/60-kepala-manusia-ditemukan-di-bandara
Share
Hermanto - Okezone
Ilustrasi (Foto: Corbis)

ARKANSAS - Petugas Bandara Arkansas dikagetkan dengan penemuan pengiriman barang yang berisikan 60 kepala manusia.

Para petugas melihat bahwa paket berisi kepala tersebut berlabel secara tidak lengkap, sehingga mereka mengecek apa isi paket tersebut.

Petugas menemukan paket tersebut dibungkus dengan acak-acakan dan ditemukan pada minggu lalu. Setelah mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, kepala-kepala itu pun dikembalikan ke bagian koroner.

Petugas Koroner Pulaski Garland Camper mengatakan, pengiriman tersebut menggunakan bahan plastik dan tidak menggunakan segel penerbangan.

Penyelidikan lebih lanjut didapatkan kepala-kepala tersebut sedianya dikirimkan ke Medtronic Inc di Forth Worth, Texas. Kepala itu nantinya akan digunakan oleh para bedah syaraf untuk mempelajari telinga, hidung dan prosedur tenggorokan. Seperti dilansir Telegraph, Jumat (18/6/2010).

Hal yang tidak biasa adalah cara pengiriman kepala-kepala tersebut dengan menggunakan fasilitas penerbangan komersial.

Medtronic merupakan perusahaan alat kesehatan terbesar di dunia, mereka menggunakan perusahaan jasa pengiriman yang berada di Arkansas untuk mengirimkan kepala-kepala itu.

Senin, 14 Juni 2010

Efek Buruk kacang Kedelai


Efek Buruk kacang Kedelai
Tidak semua makanan berbahan kedelai baik untuk kesehatan tubuh.
Selasa, 15 Juni 2010, 11:53 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
http://kosmo.vivanews.com/news/read/157740-efek-buruk-kedelai

VIVAnews - Tahu dan tempe begitu populer sebagai makanan murah yang kaya gizi. Kandungan rendah lemak dan tinggi asam lemak omega 3 dalam bahan baku utamanya, yakni kedelai, banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh.

Pakar gizi dari Rumah Sakit St George, London, Catherine Collins, mengatakan, nutrisi yang terdapat dalam kedelai baik untuk menjaga kesehatan jantung. Tak heran jika tempe tersaji dalam menu diet penderita jantung.

Catherine menambahkan, biji kededai juga mengandung tujuh asam amino penting yang dibutuhkan untuk menjaga dan memperbaiki gangguan jaringan tubuh, mulai dari otot hingga rambut.

Namun, di balik manfaat kedelai, perlu kejelian dalam mengonsumsinya. Pastikan kita mengonsumsi makanan berbahan kedelai yang telah terfermentasai untuk mendapat manfaatnya. Produk terfermentasi adalah produk kedelai yang aman dan sangat baik buat kesehatan seperti tempe, kecap, miso, dan kecambah kedelai.

Sementara makanan berbahan kedelai yang belum terfermentasi seperti tahu dan susu kedelai, dianggap rentan mengandung zat berbahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Kedelai nonfermentasi rentan menghambat pencernaan protein, menahan penyerapan mineral, dan mengganggu metabolisme.

Kandungan genistein dan daidzein, yang menyerupai hormon estrogen juga dapat mempengaruhi kesuburan. Studi di Amerika juga menemukan kandungan isoflavone dalam kedelai nonfermentasi yang justru memperburuk kondisi pengidap kanker payudara. Isoflavone berpotensi merangsang sel tumor payudara untuk membelah dan berkembang biak. (adi)

Kamis, 10 Juni 2010

70 Tahun Hidup Tanpa Makan & Minum

70 Tahun Hidup Tanpa Makan & Minum
Kamis, 29 April 2010 - 16:01 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Prahlad Jani (Foto: AFP)
http://international.okezone.com/read/2010/04/29/214/327680/70-tahun-hidup-tanpa-makan-minum

AHMEDABAD - Tim dokter militer India yang didukung oleh pusat penelitan pertahanan India, saat ini tengah mempelajari seorang pria berusia 83 tahun yang mengaku tidak mengkonsumsi makan dan minum selama 70 tahun.

Pria bernama Prahlad Jani, saat ini tengah menjalani pemeriksaan di sebuah rumah sakit yang terletak di bagian barat kota Ahmedabad. Selama 24 jam penuh pria tersebut diteliti oleh 30 dokter, sekaligus menjadi serangkaian tes medis.

Penilitian atas pria ini bisa membuka cara bagaimana seorang manusia dapat hidup tanpa mengkonsumsi makanan dan air," ungkap Direktur Institut Fisiologi dan Ilmu Pengetahuan Dephan India dr G Ilavazahagan, seperti dikutip AFP, Kamis (29/4/2010).

Penelitian bisa membantu memecahkan permasalahan strategi penyelamatan diri saat terjadi bencana alam, kondisi stres yang ekstrem dan penelitian seperti misi ke bulan atau ke Mars yang dilakukan oleh manusia," tambah dr Ilavazahagan.

Ilavazahagan menambahkan, maksud dari penelitian atas Jani melalui teknologi medis, tidak lain untuk mencari energi apa yang mendukung dari keberadaannya. Dia juga mengharapkan teknik yang dipakai Jani dapat dipakai oleh prajurit India.

Jani sendiri mengaku jika dirinya melakukan meditasi untuk meraih energi.

Tes yang dilakukan terhadap Jani termasuk pemindaian resonansi magnetik (MRI). Prosedur ini dilakukan untuk melihat aktivitas otak dan jantung Jani. Selain itu pria berprofesi sebagai guru spiritual ini juga akan menjalani pemeriksaan melalui pindai elektroda, serta menjalani pemeriksaan fisiologi saraf lainnya. Diperkirakan pemeriksaan atas Jani akan berlangsung antara 15-20 hari.(faj)

Senin, 07 Juni 2010

More Choline for Pregnant, Nursing Women Could Reduce Down Syndrome Dysfunction, Guard Against Dementia

More Choline for Pregnant, Nursing Women Could Reduce Down Syndrome Dysfunction, Guard Against Dementia

ScienceDaily (June 4, 2010) — More choline during pregnancy and nursing could provide lasting cognitive and emotional benefits to individuals with Down syndrome and protect against neurodegenerative conditions such as Alzheimer's disease, suggests a new Cornell study of mice.
http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100603132456.htm
The findings, published June 2 in Behavioral Neuroscience, could help lead to increasing the maternal dietary recommendations for choline (currently 450 milligrams a day during pregnancy, 550 milligrams for lactation), a nutrient found in egg yolks, liver, nuts and such vegetables as broccoli and cauliflower.

"We found that supplementing the maternal diet with additional choline resulted in dramatic improvements in attention and some normalization of emotion regulation in a mouse model of Down syndrome," said lead author Barbara Strupp, professor of nutritional sciences and of psychology. The researchers also found evidence for "subtle, but statistically significant, improvement in learning ability in the non-Down syndrome littermates."

In addition to mental retardation, Down syndrome individuals often experience dementia in middle age as a result of brain neuron atrophy similar to that suffered by people with Alzheimer's disease. Strupp noted that the improved mental abilities found in the Down syndrome mice following maternal choline supplements could indicate protection from such neurodegeneration "in the population at large."

Strupp and her co-authors tested Down syndrome model mice born from mothers fed a normal diet and those given choline supplements during their three-week pregnancy and three-week lactation period, as well as normal mice born from mothers with and without additional choline. The choline-supplemented mothers received approximately 4.5 times more choline (roughly comparable to levels at the higher range of human intake) than unsupplemented mothers.

At six months of age, the mice performed a series of behavioral tasks for about six months to assess their impulsivity, attention span, emotion control and other mental abilities.

In addition to dramatic improvements in attention, the researchers found that the unsupplemented Down syndrome model mice became more agitated after a mistake than normal mice, jumping repeatedly and taking longer to initiate the next trial, whereas the choline-supplemented Down syndrome model mice showed partial improvement in these areas.

"I'm impressed by the magnitude of the cognitive benefits seen in the Down syndrome model mice," Strupp said. "Moreover, these are clearly lasting cognitive improvements, seen many months after the period of choline supplementation."

Strupp noted that the results are consistent with studies by other researchers that found increased maternal choline intake improves offspring cognitive abilities in rats. However, this is the first study to evaluate the effects of maternal choline supplementation in a rodent model of Down syndrome. This is also one of the few studies that has evaluated offspring attentional function and effects in mice, rather than rats, Strupp noted.

Previous studies of humans and laboratory animals have shown that supplementing the diets of adults with choline has proven to be largely ineffective in improving cognition. "Although the precise mechanism is unknown, these lasting beneficial effects of choline observed in the present study are likely to be limited to increased intake during very early development," Strupp said.

The study, funded in part by the National Institutes of Health (NIH), was part of the dissertation of Jisook Moon, Ph.D. '06. Other Cornell collaborators included Myla Strawderman, research associate in nutritional sciences; David Levitsky, professor of nutrition and of psychology; May Chen '07 and Shruti Gandhy '07.

Strupp and collaborators have received additional NIH funding to study the neural mechanisms underlying the positive cognitive effects of perinatal choline supplementation observed in this study.

Minggu, 06 Juni 2010

Keteledoran Dokter

Keteledoran Dokter

Mau Sharing/berbagi nich...

yang ini adalah lanjutan dari cerita dibawah sebelumnya.

teman saya sebulan yang lalu (dia dengar dari temannya, katanya jinten hitam bagus), terus dia
coba (beli di apotik -apotik terkenal yang biasa ada di mal-mal, bilang aja jinten hitam, atau jika
mau sendiri beli di pasar juga ada yang masih belum dikapsulkan, yang untuk bumbu dapur).
Dia masih tetap makan air kunyit setiap hari satu gelas dimalam hari, lidah buaya sedikit,
sekarang dia minum jinten hitam, dia bilang baru dua hari ini, perut yang selalu sakit itu langsung
stop sakitnya (kata dia moga-moga berkat jinten ini), memang ada efek pertama tama makan
jinten ini, katanya, bisa mengantuk, lemas, tetapi setelah beberapa lama sudah tidak (itu karena
jinten hitam untuk detox /buang racun juga),

Terus, dia cerita bulan kedua ini, baru satu hari mens (hari pertama mens sakit), besoknya
sudah tidak sakit lagi(mens keluarnya juga lancar), ini sepertinya berkat jinten hitam itu. Bagus
ya.


================================
Awal cerita :

Teman saya (sebut Dina) mengalami masalah berturut-turut setelah keteledoran dokter kandungan, asal mulanya dia ingin mengganti spiral yang sudah lewat 5 tahun di dokter kandungan tersebut (sebut saja Dr. X), dokter itu memaksa cabut spiral dan mengakibatkan sakit sekali dan langsung memasang spiral baru tanpa menunggu lecet tersebut sembuh, juga tidak memberikan obat apa-apa biar tidak infeksi. Ternyata benar setelah beberapa hari kemudian, setelah bingung mengapa rahim di sekitar spiral sakit sekali,
sampai ingin pingsan, terus ke dr. X itu lagi, dia dengan seenaknya menjawab, spiral baru itu letaknya miring, terus dia cabut, tanpa banyak bicara, tanpa memberi obat lagi. Karena makin sakit saja, akhirnya Dina pergi ke dokter lain, dan ternyata menyebabakan infeksi peputihan dalam rahim yang sakit sekali, jadi selama 10 hari , setiap hari harus di suntik obat , terus minum banyak obat yang biayanya juga mahal. Harus disinar diathermi selama 10 hari.

Sebulan kemudian, kedokter lagi, memang katanya sudah sembuh. Setelah beberapa waktu lagi, ternyata sakit lagi, dan didiaknosa dokter kedua ini seperti ada tumor jinak (adenomiosis), Dina bingung sekali, harus gimana, ?, terus setelah tanya beberapa teman dan saudaranya, Dina pergi ke dua dokter lagi, syukurnya kata dua dokter tersebut tidak ada tumor, tetapi kok tetap sakit setiap mens dan setelah mens (bisa sebulan-an itu sakit terus dan membuat sesak napas), kata kedua dokter terakhir ini bila mungkin
jadi endometriosis/sakit mens, jadi tidak ada cara lain, paling bila sakit minum obat anti sakit. (dokter tidak menyarankan angkat rahim, karena Dina masih muda,katanya kedua Dokter terakhir itu sayang).

Sudah satu tahun lebih sampai sekarang Dina selalu mengalami sakit, sampai apapun dicobanya, biar dikasih obat anti sakit juga tidak mempan.

Itulah keteledoran dokter yang sembarangan, padahal Dokter tersebut lumayan terkenal dan lumayan ramai, apa karena ramai jadi ingin cepat-cepat dan seenaknya, sepertinya pasien itu bukan manusia tetapi hanya seonggok benda mati saja.

menstruation / menstruasi / haid
kb spiral / IUD (Intra Uterine Device)

===========================

ternyata satu dua bulan kemudian yang perut nya karena akibat infeksi rahim angkat spiral (dulunya caesar lahir) terus menjadi endometriosis , masih sudah baikan karena jinten hitam, sakit lagi (setelah ditelusuri /googling, karena teman ku itu ada alergi cuaca juga, dia sering pakai semprot asma dan semprot hidung, ternyata ada efek samping dari kedua obat semprot itu yang dapat membuat menstruasi/otot perut jadi kram /menstrual cramps).

terus setelah cari-cari lagi, menstruasi masih bermasalah terus, dia menemukan minum magnesium (salah satu yang bagus adalah magnesium glycinate yang 100 mg, minum 3x1 per hari dan tambah kalsium yang 1000 mg /kapsul 1x1 per hari), ternyata baru minum satu dua hari, perut menstruasi yang sakit sembuh, syukur sekali.

======================

nasonex semprot hidung

Ternyata dari pengalaman teman ku yang alergi cuaca, sudah coba berbagai macam obat, ternyata paling bagus memang nasonex semprot hidung (untuk mampet, hidung meler, bangkis,dll), dan sebaiknya di pakai ternyata harus malam hari sebelum tidur (teman ku itu salah , sejak dulu pakainya di pagi hari, ternyata beberapa lama ini ganti cara, di malam hari baru manjur/mempan/ lebih bagus), untuk yang konka nya sering bengkak karena alergi cuaca, lebih enakkan.

Selasa, 01 Juni 2010

Aneh, Hamil Cuma 1 Jam lalu Melahirkan

Aneh, Hamil Cuma 1 Jam lalu Melahirkan
Rabu, 2 Juni 2010 | 09:17 WIB
http://regional.kompas.com/read/2010/06/02/09175268/Aneh..Hamil.Cuma.1.Jam.lalu.Melahirkan-8

CIKALONG WETAN, KOMPAS.com — Tatik, warga RT 03 RW 03, Kampung Jepra, Desa Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, hanya mengandung selama 1 jam. Perempuan berusia 29 tahun ini mengaku perutnya baru membesar beberapa saat sebelum akhirnya melahirkan.

Saya melahirkan pada Minggu pekan lalu. Pas azan maghrib berkumandang. Saya juga kaget. Sebelumnya juga mual perutnya," ujar Tatik saat ditemui di rumahnya, Selasa (1/6/2010).